Rupiah Spot Menguat 0,11% Dibuka di Level Rp16.463 Per Dolar AS Pagi Ini

Mhd Rabbani - Rabu, 10 September 2025 09:36 WIB
Rupiah
Topikseru.com - Pada awal perdagangan hari ini. Rabu (10/9/2025) rupiah spot berhasil menguat dibuka di level Rp 16.463 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.Ini membuat rupiah spot menguat 0,11% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.482 per dolar AS. Alhasil, rupiah jadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia.Pergerakan mata uang di kawasan bervariasi. Di mana, yen Jepang dan dolar Hongkong berada satu level di bawah rupiah setelah terkerek 0,01%Berikutnya ada won Korea Selatan yang terlihat menguat tipis 0,001% terhadap the greenback.Sementara itu, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,29%.Disusul, ringgit Malaysia yang ambles 0,18% dan baht Thailand yang koreksi 0,15%. Lalu ada dolar Taiwan yang tertekan 0,13%.Selanjutnya, dolar Singapura turun 0,05% dan yuan China melemah tipis 0,04% di pagi ini.Analis Mata Uang Doo Financial Futures: Rupiah Masih Berpotensi Melemah Meskipun akan TerbatasPada perdagangan Selasa (9/9/2025) rupiah rupiah ditutup melemah ditutup melemah 1,05% ke level Rp 16.482 per dolar Amerika Serikat (AS) dari penutupan perdagangan sebelumnya.Adapun berdasarkan Jisdor BI, rupiah juga melemah 0,70% ke Rp 16.462 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin.Menanggapi hal tersebut, Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat, rupiah melemah di tengah sentimen risk off di pasar ekuitas domestik oleh kekhawatiran fiskal pemerintah menyusul penggantian Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.Selain dari perkembangan domestik yang belum begitu mendukung, Lukman menyoroti, pasar juga menantikan rilis revisi tahunan data pekerjaan AS malam ini.“Data ini diperkirakan bisa seburuk tahun lalu, ketika data pekerjaan direvisi turun lebih dari 800.000,” ujarnya.Untuk perdagangan Rabu (10/9/2025), Lukman memperkirakan dolar AS masih akan terus dalam tekanan oleh pelemahan ekonomi.

“Hal ini bisa sedikit banyak mendukung rupiah, selain tentunya intervensi Bank Indonesia (BI),” imbuhnya.

Dengan begitu, Lukman memproyeksikan, rupiah masih berpotensi melemah meskipun akan terbatas.Ia menaksir, rupiah bisa berada di rentang Rp 16.400–Rp 16.550 per dolar AS pada Rabu (10/9/2025).

Sumber
:

Berita Terkait

Bursa

TPA Jatibarang Semarang Terbakar, Gas Metana Bikin Api Membara 10 Hektare

Bursa

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober: Mengapa Diperingati dan Apa Hubungannya dengan Peristiwa 1965?

Bursa

Pep Guardiola Buka Suara Usai Manchester City Dinyatakan Bersalah, Pesannya Bikin Fans Merapat

Bursa

4 Jasad KM Virgo Transport 8 Ditemukan, SAR Perluas Penyisiran di Kalteng

Bursa

23 Pasangan Nikah Massal di Milad Pengajian An-Nisa

Bursa

Gubernur Bobby Apresiasi Kafilah Sumut Tembus Lima Besar MTQ Nasional