IHSG Menguat Tipis 1,69 Poin Bersandar di Level 167,71 Pagi Ini

Mhd Rabbani - Kamis, 09 Oktober 2025 09:55 WIB
IHSG
Topikseru.com - Pada perdagangan Kamis (9/10/2025) pukul 09.04 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis pada perdagangan pagi ini, setelah kemarin ditutup terkoreksi.Berdasarkan data yang dilansir dari Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG menguat tipis 0,02% atau bertambah 1,69 poin ke level 8/167,71 di pasar spot.Kenaikan IHSG ditopang mayoritas indeks sektoral dengan sektor yang naik paling tinggi antara lain infrastruktur, Kesehatan, energi, barang konsumer non primer, barang baku, dan transportasi.Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 2,57 miliar dengan nilai transaksi tembus Rp 1,89 triliun. Ada 283 saham yang menguat, 155 saham yang melemah dan 185 saham yang stagnan.Top gainers di LQ45 adalah:1. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) 10,51% ke Rp 1.525 per saham2. PT Indosat Tbk (ISAT) 2,47% ke Rp 1.865 per saham3. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 2,16% ke Rp 1.895 per sahamTop losers di LQ45 adalah:1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 2,70% ke Rp 3.240 per saham2. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) 1,79% ke Rp 55 per saham3. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 1,35% ke Rp 4.400 per sahamAnalis MNC Sekuritas: IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemahPada perdagangan Rabu (8/10/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,04% ke level 8.166,03. Koreksi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor baik dari dalam negeri maupun luar negeri.VP Equity Retail Analyst Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, menjelaskan pelemahan IHSG salah satunya dipicu oleh turunnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) ke level 115 pada September 2025.Kondisi ini memberi sinyal bahwa daya beli masyarakat tengah menurun.Selain itu, pasar juga cenderung berhati-hati menjelang rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC).Kekhawatiran muncul terkait kemungkinan perubahan sikap The Fed menjadi lebih dovish, terlebih setelah Amerika Serikat menghadapi penghentian sementara operasional pemerintah (government shutdown).Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menambahkan pelemahan IHSG turut dipengaruhi faktor teknikal dan tekanan dari mayoritas bursa global yang bergerak negatif.“Aksi ambil untung pada saham-saham konglomerasi sempat terjadi pagi tadi, ditambah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” ujarnya.Meski demikian, peluang penguatan IHSG masih terbuka pada perdagangan Kamis (9/10/2025).Herditya memproyeksikan level support di 8.129 dan resistance di 8.180. Sejumlah saham juga menjadi sorotan investor, antara lain EXCL di kisaran Rp 2.700–Rp 2.770 per saham, INDF di Rp 7.425–Rp 7.700, serta AKRA di rentang Rp 1.195–Rp 1.230.Sementara itu, Audi memperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah di kisaran support 8.103 dan resistance 8.230. Menurutnya, indikator teknikal seperti MACD menunjukkan tren melandai dan RSI yang terus menurun.Faktor global juga masih membayangi pergerakan bursa. Harga emas yang menembus rekor baru di atas US$ 4.000 per ons troi berpotensi membuat investor mengalihkan asetnya ke instrumen safe haven.Dari sisi domestik, pasar juga menunggu rilis data penjualan ritel yang diperkirakan hanya tumbuh 3,9% year on year pada September 2025, lebih rendah dibanding bulan-bulan sebelumnya.Untuk perdagangan hari ini, Audi merekomendasikan saham ANTM dengan strategi trading buy, pada level support Rp 3.140 per saham dan resistance Rp 3.740.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini

Berita

IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1

Berita

Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406

Berita

IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini

Berita

IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau

Berita

IHSG Turun 1,53% dalam Sepekan, Begini Proyeksi IHSG Pekan Depan