BEI Intensifkan Komunikasi dengan MSCI dan Investor Global, Dorong Reformasi Pasar Modal Indonesia

Muchlis - Selasa, 21 April 2026 15:05 WIB
BEI MSCI 2026
Topikseru.com, Jakarta - Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, memastikan pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan penyedia indeks global, termasuk MSCI Inc..Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pasar modal Indonesia sekaligus meningkatkan kepercayaan investor global."Kami akan terus berkomunikasi dengan index provider dan investor global untuk memperoleh masukan demi penguatan pasar modal ke depan," ujar Jeffrey kepada awak media di Jakarta, Selasa (21/4/2026).[irp posts="33195" ]Empat Proposal Reformasi Diakui MSCIDalam kesempatan tersebut, Jeffrey mengapresiasi pengakuan MSCI terhadap empat proposal reformasi yang diajukan Indonesia.Menurutnya, pengakuan ini menjadi sinyal positif bahwa langkah-langkah pembenahan pasar modal nasional mulai mendapat perhatian di tingkat global."Kami mengapresiasi bahwa empat proposal yang telah kami sampaikan diakui oleh MSCI," katanya.BEI juga disebut rutin menggelar pertemuan dengan MSCI, dengan pertemuan terakhir berlangsung pada 16 April 2026.OJK, BEI, dan KSEI Dorong Transparansi PasarDalam pengumuman resminya, MSCI turut mengakui upaya reformasi yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, serta PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), khususnya dalam meningkatkan transparansi pasar modal.Meski demikian, MSCI masih menyoroti sejumlah aspek krusial, termasuk: Cakupan dan konsistensi data Efektivitas sumber data Mekanisme penentuan free float Penilaian investabilitas pasar secara lebih luasCatatan ini menunjukkan bahwa reformasi masih perlu diperkuat agar memenuhi standar global.[irp posts="19628" ]MSCI Masih Terapkan Pembatasan untuk IndonesiaMSCI menegaskan tetap mempertahankan sejumlah kebijakan yang sebelumnya telah diberlakukan terhadap pasar Indonesia.Beberapa di antaranya meliputi: Pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS) Penundaan penambahan konstituen baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI) Pembekuan kenaikan kelas saham antar segmen indeks (misalnya dari Small Cap ke Standard)Selain itu, MSCI juga akan menghapus saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC), sesuai identifikasi otoritas Indonesia.Penyesuaian Free Float dan Evaluasi InvestabilitasDalam pembaruan kebijakannya, MSCI membuka kemungkinan menggunakan data pengungkapan pemegang saham 1 persen untuk menyesuaikan estimasi free float.Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan akurasi penilaian terhadap tingkat keterbukaan saham di pasar.Namun, MSCI belum menyinggung isu sensitif terkait potensi perubahan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.[irp posts="26909" ]Review Penentu Nasib Pasar Modal Indonesia pada Juni 2026Ke depan, MSCI akan terus berinteraksi dengan pelaku pasar dan regulator di Indonesia, sekaligus membuka ruang masukan dari investor global.Hasil evaluasi lanjutan ini akan disampaikan dalam agenda market accessibility review yang dijadwalkan pada Juni 2026.Momentum tersebut dinilai krusial dalam menentukan arah kebijakan dan persepsi global terhadap pasar modal Indonesia.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini

Berita

IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1

Berita

Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406

Berita

IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini

Berita

IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau

Berita

IHSG Turun 1,53% dalam Sepekan, Begini Proyeksi IHSG Pekan Depan