Bantuan Belum Tiba, Warga Sibolga dan Tapteng Menjarah Minimarket

Muchlis - Sabtu, 29 November 2025 18:41 WIB
Sibolga
Topikseru.com - Bantuan logistik untuk korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Sumatera Utara hingga kini belum juga masuk. Kondisi ini memicu warga yang terdampak di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terpaksa menjarah minimarket karena kelaparan.Banjir bandang dan longsor yang terjadi sejak beberapa hari terakhir membuat akses jalan menuju lokasi terdampak terputus total.Jalur darat tidak bisa dilalui, sementara jaringan telekomunikasi juga mati sehingga proses koordinasi bantuan menjadi terhambat.Akses Terputus, Bantuan Tak Kunjung DatangSejumlah titik utama menuju Sibolga dan Tapteng masih tertimbun material longsor dan luapan banjir.Akibatnya, pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan tidak bisa masuk secara maksimal ke permukiman warga.Keterlambatan bantuan itu membuat masyarakat yang sudah beberapa hari bertahan tanpa pasokan pangan akhirnya melakukan aksi penjarahan di beberapa minimarket.Minimarket Dijarah Warga yang KelaparanVideo penjarahan yang beredar di media sosial memperlihatkan warga berbondong-bondong menerobos masuk ke salah satu gerai minimarket Alfamidi di Sibolga.Mereka mengambil berbagai barang kebutuhan pokok seperti mie instan, air mineral, hingga makanan siap saji.Di video lain, warga juga menyebut gerai Indomaret turut dijarah. Seorang perekam video menyebut aksi tersebut terjadi karena warga sudah kelaparan sementara bantuan belum sampai."Ngeri kali, ah. Indomaret dijarah. Kek mana tak mau menjarah, karena lapar. Bantuan tak datang-datang," ujar warga dalam rekaman tersebut.Polisi: Belum Ada Informasi Resmi, Sinyal TerputusKasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP Siti Rohani, mengaku belum menerima laporan lengkap mengenai aksi penjarahan tersebut.Dia menjelaskan bahwa aparat kepolisian baru bisa menjangkau lokasi karena jaringan komunikasi di wilayah terdampak sempat putus."Saya belum tahu kejadian itu sehingga belum bisa menjelaskan. Polisi juga baru datang ke lokasi karena sinyal terputus," ujar Siti saat dikonfirmasi, Sabtu (29/11/2025).Warga Mendesak Bantuan Segera MasukHingga kini, jalur penghubung ke sejumlah titik terdampak di Sibolga dan Tapteng masih belum bisa dilewati.Selain itu, padamnya jaringan telekomunikasi memperparah kesulitan warga untuk meminta pertolongan.Masyarakat berharap distribusi logistik melalui udara atau jalur apa pun dapat segera dilakukan, mengingat banyak keluarga yang mulai kehabisan stok makanan dan kebutuhan esensial lainnya.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Bulog Sumut Tambah 4.400 Ton Beras, Stok Tembus 41.735 Ton

Berita

Prabowo Perpanjang Bantuan Beras untuk 33,2 Juta Keluarga hingga Desember 2026

Berita

PELNI dan Pelindo Buka Posko Bantuan Gempa NTT di Tanjung Priok, Angkutan Gratis 100%

Berita

481 Koli Bantuan Gempa NTT Diangkut KM Tidar, Tarif Muatan Digratiskan 100 Persen

Berita

PELNI Kirim 200 Koli Bantuan Gempa NTT, KM Tidar Berangkat dari Surabaya

Berita

PELNI Gratiskan Kirim Bantuan Gempa NTT, KM Tidar Berangkat 16 Agustus