Topikseru.com - Beijing melemparkan ultimatum keras ke Gedung Putih di tengah tingginya tensi geopolitik global. Pemerintah China mengancam bakal membatalkan secara sepihak agenda pertemuan puncak antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump jika Washington nekat menyetujui paket penjualan senjata AS ke Taiwan sebelum KTT berlangsung.Langkah gertakan Beijing ini menaruh agenda diplomasi ekonomi dua kekuatan terbesar dunia tersebut di ujung tanduk, tepat ketika Gedung Putih sedang mematangkan jamuan kenegaraan di Washington pada 24 September 2026.Taiwan Jadi "Garis Merah" UncompromisingSejumlah sumber diplomatik mengonfirmasi bahwa Beijing kembali menegaskan posisi kedaulatannya atas Taiwan sebagai isu garis merah hubungan AS China yang tidak dapat ditawar.Bagi Presiden Xi Jinping, potensi eskalasi militer di Selat Taiwan mengancam stabilitas kawasan yang menjadi prasyarat kerja sama ekonomi kedua negara.Ketegangan ini sejatinya dipicu oleh rekam jejak kebijakan Washington. Pada Desember 2025, pemerintahan Trump menyetujui paket persenjataan senilai USD 11 miliar (setara Rp 193 triliun) untuk Taipei - rekor terbesar dalam sejarah.Meskipun Trump sempat menyebut alokasi alutsista tersebut sebagai instrumen tawar-menawar (bargaining chip) bisnis yang efektif, Beijing menilai kompromi atas kedaulatan Taiwan sebagai pelanggaran batas toleransi diplomatik.Pertaruhan Ekonomi: Tarif USD 30 Miliar dan Krisis IranAncaman pembatalan KTT Xi Jinping dan Donald Trump ini menaruh beban berat bagi Trump, yang memproyeksikan pertemuan tersebut sebagai panggung keberhasilan diplomasi menjelang pemilu sela (midterm elections) AS pada November 2026.Jika KTT ini runtuh, sejumlah agenda ekonomi substansial yang dipimpin oleh Departemen Keuangan serta Departemen Perdagangan AS terancam membeku. Beberapa poin krusial yang dipertaruhkan meliputi: Pangkas Tarif Impor: Rencana kesepakatan pemotongan tarif atas komoditas senilai USD 30 miliar (sekitar Rp 528 triliun) dari masing-masing negara. Keamanan AI: Pembentukan kerangka kerja sama (framework) dialog keamanan teknologi kecerdasan buatan.Sanksi Energi Iran: Tekanan AS agar China membatasi transaksi bisnis dengan Teheran di tengah perang AS-Israel lawan Iran yang berkecamuk sejak akhir Februari 2026.Di tengah tekanan Washington terkait penyekatan ekonomi Iran, China dinilai masih menunjukkan sikap kooperatif tanpa menutup pintu negosiasi.Namun, penegasan tegas soal isu Taiwan membuktikan bahwa Beijing tidak ragu mengorbankan kesepakatan bernilai miliaran dolar demi mempertahankan kedaulatan wilayahnya.