Topikseru.com, Medan – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan di Sumatera Utara dibandingkan sejumlah penyakit menular lainnya.Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara menunjukkan, sepanjang periode pelaporan terdapat 51.827 kasus TBC yang berhasil ditemukan di seluruh kabupaten dan kota.Selain menjadi penyakit dengan jumlah kasus tertinggi, TBC juga masih menjadi tantangan besar bagi layanan kesehatan. Dari seluruh kasus yang ditemukan, 35.394 pasien dinyatakan berhasil menyelesaikan pengobatan, namun masih terdapat ribuan pasien yang memerlukan pendampingan agar terapi dapat tuntas.Di sisi lain, penyakit menular lain seperti demam berdarah dengue (DBD), malaria, kusta, dan HIV/AIDS juga tetap menjadi perhatian.Meski jumlah kasus HIV/AIDS baru tidak dirinci dalam data yang tersedia, indikator penyakit lainnya menunjukkan adanya daerah-daerah yang masih memiliki risiko tinggi terhadap penyakit tertentu.Urutan Penyakit yang Menjadi Perhatian di Sumatera UtaraBerdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, berikut penyakit yang paling banyak menjadi perhatian berdasarkan jumlah kasus maupun tingkat kejadiannya:1. Tuberkulosis (TBC)TBC menjadi penyakit dengan beban tertinggi di Sumatera Utara. Tercatat 51.827 kasus berhasil ditemukan dengan angka keberhasilan pengobatan mencapai 35.394 pasien.Besarnya angka tersebut menunjukkan TBC masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan deteksi dini, kepatuhan minum obat, serta pengawasan pengobatan hingga sembuh.2. Demam Berdarah Dengue (DBD)Meski bukan berdasarkan jumlah kasus absolut, DBD masih menjadi penyakit yang cukup sering muncul di berbagai daerah.Wilayah dengan angka kesakitan DBD tertinggi meliputi:PeringkatKabupaten/KotaAngka Kesakitan DBD (per 100.000 penduduk)1Kota Gunungsitoli276,902Dairi243,503Nias233,204Nias Selatan220,005Pakpak Bharat183,106Samosir178,707Kota Tebing Tinggi137,808Kota Pematangsiantar114,909Labuhanbatu Utara113,1010Toba105,10Angka tersebut menunjukkan DBD masih menjadi ancaman serius terutama di wilayah Kepulauan Nias dan beberapa daerah dataran tinggi.3. Malaria Masih Ditemukan di Sejumlah DaerahSecara provinsi, angka kesakitan malaria tercatat 0,41 per 1.000 penduduk. Walaupun tergolong rendah, beberapa daerah masih mencatat tingkat penularan yang cukup tinggi.Daerah dengan angka malaria tertinggi yaitu: Nias Selatan (2,77) Asahan (2,50) Serdang Bedagai (1,80) Batu Bara (1,53) Labuhanbatu Utara (1,13)Sementara sejumlah kabupaten seperti Langkat, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Padang Lawas, dan beberapa daerah lainnya melaporkan tidak adanya kasus malaria pada periode tersebut.4. Kusta Masih DitemukanPenyakit kusta juga masih ditemukan di sejumlah wilayah Sumatera Utara meski angkanya relatif kecil.Daerah dengan angka penemuan kasus baru kusta tertinggi adalah: Labuhanbatu (2,69 per 100.000 penduduk) Batu Bara (2,52) Padang Lawas (1,96) Labuhanbatu Utara (1,86) Kota Tanjungbalai (1,63)Temuan ini menunjukkan upaya deteksi dini dan pengobatan kusta masih perlu diperkuat agar penularan dapat dihentikan.5. HIV/AIDS Tetap Menjadi PerhatianData Dinas Kesehatan Sumatera Utara juga mencantumkan indikator kasus baru HIV/AIDS. Namun, angka rinci pada masing-masing kabupaten dan kota belum ditampilkan dalam tabel sehingga tidak dapat dilakukan perbandingan jumlah kasus antarwilayah.Meski demikian, HIV/AIDS tetap menjadi salah satu penyakit prioritas yang memerlukan upaya pencegahan melalui edukasi masyarakat, pemeriksaan dini, dan akses pengobatan yang berkelanjutan.Kota Medan Menyumbang Kasus TBC TerbanyakSebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Sumatera Utara, Kota Medan mencatat penemuan kasus TBC paling tinggi, yakni 17.161 kasus. Dari jumlah tersebut, 8.950 pasien berhasil menyelesaikan pengobatan.Di bawah Medan, daerah dengan penemuan kasus TBC terbanyak meliputi:PeringkatKabupaten/KotaKasus TBC1Kota Medan17.1612Deli Serdang5.9723Langkat2.5664Simalungun1.9505Asahan1.8656Kota Binjai1.8207Kota Pematangsiantar1.7288Labuhanbatu1.3859Mandailing Natal1.37910Serdang Bedagai1.287Besarnya jumlah kasus di Medan dan wilayah penyangga menunjukkan kepadatan penduduk menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingginya penularan TBC.Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara memperlihatkan bahwa TBC masih menjadi penyakit menular dengan beban terbesar, baik dari sisi jumlah kasus maupun kebutuhan pengobatan. Sementara itu, DBD masih menjadi ancaman di sejumlah daerah dengan angka kesakitan yang cukup tinggi, disusul malaria, kusta, dan HIV/AIDS yang tetap memerlukan pengawasan.Pemerintah bersama masyarakat diharapkan terus memperkuat upaya pencegahan melalui deteksi dini, penerapan pola hidup bersih dan sehat, pemberantasan sarang nyamuk, serta meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap pengobatan agar angka penyakit menular di Sumatera Utara dapat terus ditekan.Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.