Data OJK Sebut Utang Pinjol Masyarakat Indonesia Capai Rp 100 Triliun, Risiko Kredit Naik

Muchlis - Sabtu, 11 April 2026 20:10 WIB
utang pinjol Indonesia 2026
Topikseru.com, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total outstanding atau utang pinjaman daring (pinjol) masyarakat Indonesia mencapai Rp 100,69 triliun per Februari 2026.Angka tersebut tumbuh signifikan sebesar 25,75 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), mencerminkan tingginya permintaan pembiayaan digital di tengah masyarakat.Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengatakan pertumbuhan ini menjadi salah satu indikator ekspansi industri fintech lending."Outstanding pembiayaan pinjaman daring pada Februari 2026 mencapai Rp100,69 triliun, tumbuh 25,75 persen (yoy)," ujarnya dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB), Senin (6/4/2026).[irp posts="37728" ]Risiko Kredit Naik, Tapi Masih AmanSeiring meningkatnya penyaluran pinjaman, OJK juga mencatat adanya kenaikan risiko kredit.Rasio tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) tercatat sebesar 4,54 persen, naik dari Januari 2026 yang berada di level 4,38 persen.Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah ambang batas aman yang ditetapkan regulator sebesar 5 persen.Gadai Tumbuh Pesat, Modal Ventura StabilSelain pinjol, sektor pergadaian menunjukkan pertumbuhan paling tinggi.Penyaluran pembiayaan industri gadai melonjak 61,78 persen (yoy) menjadi Rp152,40 triliun. Mayoritas pembiayaan berasal dari produk gadai yang mencapai Rp126 triliun atau sekitar 83,01 persen dari total.Di sisi lain, pembiayaan modal ventura tumbuh lebih moderat sebesar 0,78 persen (yoy) dengan nilai mencapai Rp 16,46 triliun.[irp posts="7158" ]Pembiayaan Nasional Tetap TerkendaliSecara keseluruhan, sektor pembiayaan di bawah pengawasan PVML OJK mencatat pertumbuhan positif.Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan naik 1,01 persen (yoy) menjadi Rp512,14 triliun, didorong oleh peningkatan pembiayaan modal kerja sebesar 8,31 persen.Dari sisi risiko, rasio pembiayaan bermasalah (NPF) tercatat tetap terjaga: NPF gross: 2,78 persen NPF net: 0,81 persenKedua angka tersebut masih jauh di bawah ambang batas 5 persen.Sementara itu, gearing ratio berada di level 2,13 kali, masih aman dibandingkan batas maksimum 10 kali.[irp posts="38547" ]OJK Waspadai Dampak Geopolitik GlobalKetua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga hingga Maret 2026.Namun, ia mengingatkan adanya potensi risiko dari dinamika global, khususnya konflik di Timur Tengah.Menurutnya, dampak tersebut dapat merambat melalui tiga jalur utama: Pasar keuangan Kenaikan harga energi Jalur perdagangan dan investasiOJK pun mendorong seluruh lembaga jasa keuangan untuk memperkuat manajemen risiko, menjaga likuiditas, serta meningkatkan kesiapan menghadapi ketidakpastian global.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406

Berita

IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau

Berita

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Diperkirakan Masih Bergerak Fluktuatif Cenderung Melemah Terbatas

Berita

Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,23% Tersudut di Level Rp17.735 per Dolar AS

Berita

XLSMART Dorong Ekonomi Sirkular Bawa #ByeByeBox untuk Kelola E-Waste ke ITB

Berita

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif dengan Kecenderungan Melemah