Sering Mencampur Pertalite dengan Pertamax, Benarkah Aman? Begini Menurut Ahli

Muchlis - Senin, 13 April 2026 06:05 WIB
Petugas SPBU Pertamina melayani pengisian BBM subsidi kepada pengendara kendaraan bermotor.
Topikseru.com - Praktik mencampur bahan bakar minyak (BBM) dengan oktan berbeda, seperti Pertalite dan Pertamax, masih kerap dilakukan sebagian pengendara demi menghemat biaya.Namun, di balik anggapan tersebut, para ahli justru mengingatkan adanya risiko terhadap performa mesin kendaraan.[irp posts="39065" ]Penjelasan Ahli ITB soal Risiko Campur BBMAhli motor bakar dari Institut Teknologi Bandung, Zaenuri, menjelaskan bahwa mencampur BBM dengan nilai oktan berbeda dapat mengganggu proses pembakaran di ruang mesin.Menurutnya, angka oktan berfungsi menentukan ketahanan bahan bakar terhadap detonasi atau ledakan prematur dalam mesin."Oktan menentukan bagaimana bahan bakar terbakar dalam kompresi mesin," jelasnya.Kerugian Pertama: Performa Mesin MenurunZaenuri menyebut, mencampur BBM beroktan rendah dengan yang lebih tinggi justru menurunkan kualitas bahan bakar secara keseluruhan.Alih-alih meningkatkan kualitas Pertalite, campuran tersebut malah membuat nilai oktan menjadi tidak optimal.Akibatnya: Risiko detonasi meningkat Pembakaran tidak sempurna Performa mesin menurun Kerugian Kedua: Aditif Jadi Tidak EfektifSelain itu, BBM beroktan tinggi seperti Pertamax umumnya mengandung aditif khusus, seperti PERTATEC, yang berfungsi menjaga kebersihan mesin.Namun, saat dicampur dengan BBM lain, konsentrasi aditif tersebut menjadi berkurang.Dampaknya: Fungsi pembersih mesin tidak maksimal Endapan kotoran lebih mudah terbentuk Mesin berpotensi lebih cepat kotor Efek Jangka Panjang ke MesinJika kebiasaan ini terus dilakukan, pembakaran dalam mesin cenderung menjadi kurang efisien dan lebih “kotor”.[irp posts="14825" ]Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa berdampak pada: Penurunan tenaga mesin Konsumsi BBM yang tidak efisien Potensi kerusakan komponen mesin Lebih Baik Gunakan Sesuai SpesifikasiPara ahli menyarankan agar pengguna kendaraan tetap menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan.Hal ini penting untuk menjaga performa mesin tetap optimal sekaligus memperpanjang usia kendaraan.Mencampur Pertalite dan Pertamax mungkin terlihat sebagai solusi hemat, namun faktanya justru berisiko merugikan. Mulai dari penurunan performa hingga berkurangnya efektivitas aditif, dampaknya bisa terasa dalam jangka panjang.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

BBMKG Medan Peringatkan Ancaman Ganda Hidrometeorologi dan Gempa di Sumut

Berita

Heboh Syarat Tunjukkan STNK Beli BBM Subsidi Resmi Dibatalkan Pertamina

Berita

Harga BBM Pertamina September 2026 Naik, Ini Daftar Lengkap di Sumut dan Aceh

Berita

16 Ribu Liter BBM Subsidi Diselewengkan, 4 Terdakwa di Medan Divonis 1,5 Tahun

Berita

REEV Bakal Ramaikan Pasar Mobil Listrik Indonesia, Apa Bedanya dengan Hybrid?

Berita

Angkut 3.950 Liter Solar Subsidi, Sopir Truk Dituntut 10 Bulan Penjara