Harga Bitcoin (BTC) Diramalkan Bisa Tembus US$21 Juta, Michael Saylor Siap Borong!

Mhd Rabbani - Selasa, 24 Juni 2025 11:38 WIB
Saylor Prediksi Harga Bitcoin Bisa Tembus US$21 Juta dalam 21 Tahun. Unggahan tersebut mengikuti pola lama Saylor—sinyal-sinyal misterius yang biasanya disusul dengan pengajuan pembelian Bitcoin baru ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).

Topikseru.com - Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Selasa (24/6/2025) kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat 4,50% dalam 24 jam.

Namun dalam sepekan, harga BTC masih melemah 0,28%. Harga Bitcoin hari ini berada di level Rp 1.73 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Michael Saylor, co-founder Strategy (sebelumnya MicroStrategy), kembali melontarkan sinyal misterius yang mengindikasikan bahwa perusahaannya kemungkinan besar akan menambah lagi kepemilikan Bitcoin yang sudah luar biasa fantastis.

Dalam unggahan di X pada 22 Juni, Saylor membagikan grafik performa harga Bitcoin dengan frasa singkat yang khas darinya: “Nothing Stops This Orange”.

Saylor Prediksi Harga Bitcoin Bisa Tembus US$21 Juta dalam 21 Tahun

Unggahan tersebut mengikuti pola lama Saylor—sinyal-sinyal misterius yang biasanya disusul dengan pengajuan pembelian Bitcoin baru ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).

Beberapa pekan terakhir, kepemilikan Bitcoin Strategy melesat tajam berkat sejumlah akuisisi strategis.

Saat ini, perusahaan memegang sekitar 592.100 BTC, dengan valuasi lebih dari US$60 miliar pada waktu publikasi. Jumlah ini setara dengan sekitar 2,8% dari total pasokan Bitcoin dan menjadikan Strategy sebagai holder korporat terbesar di dunia.

Meski sudah memiliki eksposur besar di Bitcoin, keyakinan Saylor tak menunjukkan tanda-tanda melemah.

Baru-baru ini, ia memproyeksikan bahwa Bitcoin bisa mencapai harga US$21 juta dalam 21 tahun ke depan.

“US$21 juta dalam 21 tahun,” ujar Saylor di X.

Investor Senior Jim Chanos Kritik Strategi Utang Strategy

Namun, pendekatan Saylor ini tak lepas dari kritik. Investor kawakan Jim Chanos—yang dikenal karena prediksi bearish-nya terhadap perusahaan seperti Enron—secara terbuka menantang klaim Saylor soal struktur utang perusahaan.

Dalam sebuah video yang dibagikan secara online, Saylor membela strategi perusahaan dengan menyatakan bahwa utangnya bersifat “konvertibel” (convertible), “tanpa jaminan” (unsecured), dan “tanpa tanggungan” (no recourse). Ia juga menyebut bahwa harga Bitcoin bisa terjatuh hingga 90% tanpa berdampak pada kewajiban pembayaran perusahaan.

Namun, Chanos sangat tidak setuju. Ia menyebut bahwa tetap ada tanggungan terhadap Strategy jika utang konversi itu belum berubah menjadi ekuitas saat jatuh tempo.

“Ada, tentu saja, tanggungan terhadap Strategy jika utang konvertibel belum dikonversi menjadi ekuitas saat jatuh tempo. Bagaimana mungkin dia tidak tahu hal ini?” tanyanya.

Kritik ini menyiratkan bahwa Saylor mungkin melebih-lebihkan seberapa aman posisi utang perusahaan.

Pandangan Chanos tidak terlalu mengejutkan, mengingat firmanya baru-baru ini mengambil posisi yang terbilang tak lazim—bertaruh melawan Strategy sambil tetap mempertahankan posisi long pada Bitcoin.

Strategi ganda ini menyoroti pandangan yang kian berkembang di kalangan investor: bahwa meskipun Bitcoin berpeluang terus bersinar, strategi korporat agresif ala Saylor bisa menyimpan risiko tersembunyi.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

The Fed Kerek Suku Bunga 25 Bps, Tokocrypto Peringatkan Risiko Pasar Kripto

Ekonomi & Bisnis

Harga Bitcoin Naik 4,97% Bertengger di level US$81.077 per Koin Didorong Pelemahan Dolar AS

Ekonomi & Bisnis

Harga Bitcoin Melorot 0,2 Persen Tersudut di Level U$D77.132,6

Ekonomi & Bisnis

Harga Kripto Mayoritas Menguat di Perdagangan Selasa (1/9/2026): Bitcoin Menguat 1,44% dan Ethereum 2,13%

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: Pergerakan Pasar Kripto Masih Dibayangi Sentimen Makroekonomi

Ekonomi & Bisnis

Harga Kripto Bergerak di Zona Merah di Perdagangan Senin, (31/8/2026): Hyperliquid (HYPE) dan Solana (SOL) Memimpin koreksi