Pertamina Pastikan Tak Ada PHK Usai Merger Tiga Anak Usaha Hilir

Muchlis - Senin, 26 Januari 2026 20:50 WIB
merger Pertamina
Topikseru.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) menegaskan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan sebagai dampak dari merger tiga anak usaha di sektor hilir, yakni PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS).Kepastian tersebut disampaikan langsung kepada seluruh karyawan sebelum diumumkan ke publik. Manajemen menekankan bahwa proses penggabungan perusahaan tidak akan mengorbankan sumber daya manusia."Tadi pagi kami sudah umumkan ke karyawan. Prinsipnya no one left behind, tidak ada yang ditinggal," ujar Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono, Senin, usai acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi di Jakarta.Merger Masuk Tahap Final, Tanpa Pengurangan KaryawanAgung menjelaskan, proses merger ketiga anak usaha Pertamina tersebut masih berlangsung. Namun, seluruh syarat pendahuluan (condition precedent) telah disiapkan dan dinyatakan siap untuk dieksekusi.Setelah penggabungan rampung, subholding baru akan bernama Subholding Downstream (Hilir), yang mengintegrasikan fungsi pemasaran, pengolahan, hingga logistik energi."Nanti akan kami umumkan ke publik. Semua persyaratan sudah siap. Nama subholdingnya menjadi Subholding Downstream," kata Agung.Meski demikian, Pertamina belum mengungkapkan waktu pasti penyelesaian merger tersebut.Struktur Subholding Pertamina BerubahSebelum restrukturisasi, Pertamina memiliki enam subholding, yakni:1. Subholding Upstream (Hulu)2. Refining & Petrochemical3. Commercial and Trading4. Gas5. Integrated Marine Logistics6. Power & New Renewable Energy (PNRE)Dengan penyatuan tiga subholding hilir, ke depan Pertamina hanya akan memiliki empat subholding utama, yaitu: Upstream (Hulu) Downstream (Hilir) Gas Power & New Renewable Energy (PNRE)Restrukturisasi ini bertujuan menyederhanakan rantai bisnis dan meningkatkan efektivitas operasional perusahaan.Arahan Presiden Prabowo dan Fokus Swasembada EnergiAgung menyebut, strategi streamlining bisnis ini merupakan bagian dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mendorong swasembada energi nasional serta mengurangi kompleksitas pengambilan keputusan di BUMN energi tersebut.Pada November 2025 lalu, Pertamina juga menyampaikan bahwa proses integrasi bisnis hilir mendapat pengawalan dari Danantara Indonesia, khususnya pada sektor commercial and trading, kilang, serta logistik energi."Tujuan utama dari streamlining ini agar Pertamina bisa lebih fokus pada core business, yakni minyak dan gas, pengolahan dan distribusi energi, serta energi baru terbarukan," ujar Agung.Daya Saing dan Efisiensi Jadi Target UtamaSelain memastikan tidak ada PHK, Pertamina menargetkan restrukturisasi ini dapat: meningkatkan daya saing global, mempercepat pengambilan keputusan, serta menciptakan operasional yang lebih efisien dan terintegrasi.Pertamina sebelumnya menargetkan merger rampung pada 1 Januari 2026, namun rencana tersebut mengalami penyesuaian seiring proses integrasi yang masih berjalan.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

Perkuat Tanggul Rob Medan Labuhan, Pertamina Tanam 200 Mangrove di Pesisir Nelayan Indah

Ekonomi & Bisnis

Zona Bahaya Menyusut, Pertamina Sumbagut Pacu Pemulihan Ekonomi Pasca-Erupsi Sinabung

Ekonomi & Bisnis

Target Rekor MURI, Pertamina Gelar Aksi Masak Serentak 8.100 Porsi di 9 Kota

Ekonomi & Bisnis

Heboh Syarat Tunjukkan STNK Beli BBM Subsidi Resmi Dibatalkan Pertamina

Ekonomi & Bisnis

Harga BBM Pertamina September 2026 Naik, Ini Daftar Lengkap di Sumut dan Aceh

Ekonomi & Bisnis

HUT ke-81 RI, Pertamina Gelar Promo Tarik Benang dan Tebus Murah