Harga Emas Spot Melonjak Dipicu Aksi Borong Saat Harga Terkoreksi dan Ketegangan Timur Tengah

Mhd Rabbani - Sabtu, 28 Maret 2026 10:21 WIB
Harga Emas
Topikseru.com, New York - Pada perdagangan Jumat (27/3/2026), harga emas spot naik 2,6% ke level US$ 4.491,78 per ons pada penutupan pasar Amerika Serikat (AS). Sepanjang sesi perdagangan, harga bahkan sempat menyentuh US$ 4.554,39.Harga emas melonjak tajam pada akhir pekan, didorong aksi beli saat harga turun (dip-buying) di tengah perhatian investor terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah.Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup menguat 2,7% di US$ 4.492,5 per ons.Kenaikan ini terjadi setelah harga emas sempat terkoreksi awal pekan. Pada Senin, emas bahkan menyentuh level terendah dalam empat bulan di US$ 4.097,99 per ons.  Kondisi tersebut dimanfaatkan pelaku pasar untuk kembali masuk.“Penurunan harga sebelumnya menciptakan peluang beli yang sangat menarik, terutama ketika harga sempat turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari,” kata Daniel Pavilonis, senior market strategist RJO Futures.Ia menilai, dalam beberapa pekan ke depan harga emas berpotensi bergerak naik secara bertahap. Namun, arah pergerakan selanjutnya tetap sangat bergantung pada perkembangan konflik Iran.Ketegangan geopolitik menjadi faktor utama yang menopang harga emas. Konflik yang telah memasuki pekan keempat ini meluas di kawasan Timur Tengah dan mulai menekan ekonomi global, terutama melalui lonjakan harga energi dan pupuk yang memicu kekhawatiran inflasi.Harga minyak pun masih bertahan di atas US$ 110 per barel. Situasi ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang tenggat hingga 7 April bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, setelah Teheran menolak proposal perdamaian dari AS.Di sisi lain, meningkatnya tekanan inflasi mengubah ekspektasi kebijakan moneter AS.Pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS atau Federal Reserve, yang biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil tersebut.Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini tidak lagi memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga AS pada 2026, berbanding terbalik dengan ekspektasi sebelum konflik yang memperkirakan dua kali penurunan suku bunga.Meski demikian, Commerzbank justru menaikkan proyeksi harga emas akhir tahun menjadi US$ 5.000 per ons dari sebelumnya US$ 4.900. Bank tersebut menilai koreksi harga yang terjadi baru-baru ini tidak akan berlangsung lama.Commerzbank juga memperkirakan konflik Iran akan mereda pada musim semi, yang berpotensi menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS.Dalam skenario ini, Federal Reserve diperkirakan kembali memangkas suku bunga, dengan total penurunan sekitar 75 basis poin hingga pertengahan tahun depan.Selain emas, logam mulia lainnya juga menguat. Harga perak naik 2,2% menjadi US$ 69,54 per ons, platinum menguat 2,3% ke US$ 1.868,89, dan paladium naik 1,8% ke US$ 1.377,25 per ons.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Perhiasan di Perdagangan Selasa, 22 September 2026: 24 Karat Dibanderol Rp2.250.000 per Gram

Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini 22 September 2026 Terkoreksi Tipis Rp1.000, Cek Rinciannya

Ekonomi & Bisnis

Menteri Imipas Agus Andrianto Minta 15 Program Aksi Bawa Dampak Nyata, Bukan Sebatas Laporan

Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Perhiasan di Perdagangan Senin (21/9/2026): 24 Karat Dibanderol Rp2.250.000 per Gram

Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Spot Terkoreksi 0,36% Terseret di Level US$ 4.309,10 per Ons

Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu Dibanderol Rp2.628.000 per Gram