Ketegangan AS–Iran Picu Harga Emas Spot Bangkit dari Titik Terendah

Mhd Rabbani - Kamis, 23 April 2026 16:11 WIB
Harga Emas Spot
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Rabu (23/4/2026) harga emas spot tercatat naik 0,5% menjadi US$ 4.735,65 per ons pada pukul 13.40 waktu setempat, setelah sebelumnya sempat melonjak hingga 1% di awal sesi.[irp posts="40458" ]Di mana harga emas spot kembali menguat setelah sempat jatuh ke level terendah dalam lebih dari sepekan pada sesi sebelumnya.Kenaikan harga emas spot ini dipicu aksi beli investor yang memanfaatkan koreksi harga, sekaligus meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.[irp posts="40286" ]Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga ditutup menguat 0,7% ke level US$ 4.753,00 per ons.Analis menilai penguatan ini lebih banyak didorong faktor teknikal setelah penurunan tajam pada sesi sebelumnya.[irp posts="40169" ]"Aksi beli setelah kerugian pada hari Selasa juga terlihat di pasar logam mulia," ujar Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals, menggambarkan adanya aksi bargain hunting di pasar emas dan perak.Di sisi lain, ketegangan geopolitik kembali menjadi perhatian utama pelaku pasar. Iran dilaporkan menyita dua kapal di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu titik paling sensitif di Timur Tengah.Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump disebut belum menetapkan tenggat waktu untuk kemungkinan gencatan senjata dengan Iran, meski tekanan diplomatik terus berlangsung.Hingga kini, belum ada tanda-tanda dimulainya kembali pembicaraan perdamaian antara kedua negara.Situasi di kawasan juga kian memanas setelah gencatan senjata Israel–Lebanon kembali terguncang, menyusul serangan drone Israel yang menewaskan sedikitnya tiga orang di Lebanon.Meski demikian, sebagian analis menilai pasar masih berharap ketegangan di Selat Hormuz dapat mereda."Harga emas sedikit terbantu oleh harapan bahwa isu Selat Hormuz bisa diredakan setelah pernyataan Donald Trump. Tapi situasinya tetap sangat rapuh dan tidak pasti," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities.Dalam perspektif lebih luas, harga emas tercatat telah melemah sekitar 11% sejak eskalasi konflik AS–Israel–Iran pada akhir Februari.Tekanan datang dari kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi, di tengah kondisi suku bunga tinggi yang justru menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.Di tengah dinamika tersebut, perhatian pasar juga tertuju pada arah kebijakan moneter Amerika Serikat.Calon Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menegaskan dirinya tidak memberikan janji kepada Presiden Trump terkait pemangkasan suku bunga.Seraya menekankan independensi kebijakan bank sentral di tengah proses konfirmasi di Senat.Sementara itu, pergerakan logam mulia lain juga ikut menguat. Harga perak spot naik 1,4% menjadi 77,80 dolar AS per ons.Platinum menguat 2,1% ke 2.079,80 dolar AS, dan paladium naik 1,3% menjadi US$ 1.553,43 per ons.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

Trump Sebut Iran Tolak Tawaran AS, Kesepakatan Disebut Baru Terbuka Setelah Pemilu

Ekonomi & Bisnis

AS Tolak Visa Tim Media Presiden Iran Jelang Sidang PBB, Teheran Kecam Pembatasan Pers

Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Perhiasan di Perdagangan Selasa, 22 September 2026: 24 Karat Dibanderol Rp2.250.000 per Gram

Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini 22 September 2026 Terkoreksi Tipis Rp1.000, Cek Rinciannya

Ekonomi & Bisnis

Harga Minyak Mentah Menguat Menanti Potensi Pembicaraan AS-Iran di PBB

Ekonomi & Bisnis

Menteri Imipas Agus Andrianto Minta 15 Program Aksi Bawa Dampak Nyata, Bukan Sebatas Laporan