Nilai Tukar Dolar AS Bertahan di Dekat Level Tertinggi Dipicu Konflik Timur Tengah

Mhd Rabbani - Kamis, 23 April 2026 14:03 WIB
Nilai Tukar Dolar
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (23/4/2026) nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di dekat level tertinggi dalam satu setengah pekan di pasar spot.Seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS yang kembali mengguncang pasar energi global.[irp posts="40666" ]Berdasarkan data dari Reuters, kebuntuan antara kedua negara dalam konflik Timur Tengah mendorong harga minyak kembali melonjak di atas US$100 per barel, sehingga membebani sentimen investor.Situasi memanas setelah Teheran menyita dua kapal di Selat Hormuz, memperburuk ketegangan meskipun Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu.[irp posts="40165" ]Hingga kini, kedua pihak masih berselisih terkait isu gencatan senjata, blokade, nuklir, hingga kendali atas Selat Hormuz.Jalur pelayaran strategis tersebut praktis masih tertutup, memicu guncangan energi global yang berdampak pada berbagai perekonomian dunia.Di pasar valuta asing, euro berada di level US$1,1712, setelah sempat menyentuh titik terendah sejak 13 April pada sesi sebelumnya.Mata uang tunggal Eropa ini diperkirakan mencatat penurunan mingguan sekitar 0,4%, yang menjadi pelemahan pertama dalam empat pekan terakhir. Sementara itu, poundsterling berada di posisi US$1,3497.Dolar Australia stabil di US$0,7165, mendekati level tertinggi dalam empat tahun yang dicapai pekan lalu. Sedangkan dolar Selandia Baru berada di US$0,59045. Terhadap yen Jepang, dolar AS melemah tipis 0,02% ke level 159,48 yen.Indeks dolar AS yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama berada di posisi 98,644, mendekati level tertinggi sejak 13 April.Indeks ini berada di jalur kenaikan sekitar 0,4% secara mingguan, setelah sebelumnya mencatat dua pekan pelemahan.Kepala riset pasar di National Australia Bank, Skye Masters, menyatakan bahwa meskipun ada perpanjangan gencatan senjata, ketegangan tetap tinggi.Iran menolak membuka kembali jalur Hormuz, sementara blokade angkatan laut AS masih berlangsung, meningkatkan risiko gangguan pasokan berkepanjangan.Ia juga menilai risiko ekstrem di pasar masih belum sepenuhnya tercermin dalam harga, sementara tekanan inflasi diperkirakan bertahan hingga akhir tahun.Konflik yang telah berlangsung hampir dua bulan ini menyebabkan lonjakan harga energi, menekan kepercayaan konsumen ke level terendah, serta menghapus ekspektasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat.Menurut jajak pendapat ekonom oleh Reuters, Federal Reserve diperkirakan akan menunda pemangkasan suku bunga setidaknya selama enam bulan ke depan, seiring tekanan inflasi yang kembali meningkat akibat lonjakan harga energi.Pelaku pasar kini menantikan rilis data klaim pengangguran mingguan AS serta indeks PMI untuk melihat sejauh mana dampak kenaikan harga energi mulai merembet ke ekonomi yang lebih luas.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS

Ekonomi & Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini

Ekonomi & Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS

Ekonomi & Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,83% Selama Sepekan, Inilah Prediksi Pekan Depan