Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,21% level Rp17.387 Per Dolar AS di Akhir Perdagangan Rabu (6/5/2026) Sore Ini

Mhd Rabbani - Rabu, 06 Mei 2026 16:01 WIB
Nilai Tukar Rupiah Menguat
Topikseru.com, Jakarta - Pada akhir perdagangan Rabu (6/5/2026) nilai tukar rupiah ditutup pada level Rp17.387 per dolar Amerika Serikat (AS)Di pasar spot sore ini nilai tukar rupiah menguat 0,21% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.424 per dolar AS.Di Asia, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS sore ini. Yen Jepang mencatat penguatan terbesar yakni 1,06%.Disusul won Korea yang menguat 1,05%, baht Thailand menguat 0,67%,dolar Taiwan menguat 0,44%,Peso Filipina menguat 0,40%, dolar Singapura menguat 0,36%, ringgit Malaysia menguat 0,34%.Rupee India menguat 0,29%, rupiah menguat 0,21% dan yuan China yang menguat 0,19% terhadap dolar AS.Sedangkan dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS sore ini dengan pelemahan 0,003%.Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,01,turun dari sehari sebelumnya yang ada di 98,44.Nilai Tukar Rupiah Berhasil Rebound Terbang di Level Rp17.383 Per Dolar ASPada awal perdagangan hari ini. Rabu (6/5/2026) nilai tukar rupiah berhasil rebound dibuka di level Rp 17.383 per dolar AS.Ini membuat nilai tukar rupiah menguat 0,24% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.424 per dolar AS.Pergerakan nilai tukar rupiah sejalan dengan seluruh mata uang di Asia.Sementara, hingga pukul 09.00 WIB, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,76%.Selanjutnya, dolar Taiwan melesat 0,37% dan peso Filipina yang terangkat 0,31%. Disusul, ringgit Malaysia yang naik 0,26%.Berikutnya ada baht Thailand terkerek 0,24% dan dolar Singapura terapresiasi 0,16%. Lalu, yen Jepang menanjak 0,12%.Kemudian dolar Hong Kong terlihat menguat tipis 0,004% terhadap the greenback di pagi ini.Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Sendiri Masih Rawan TertekanChief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rebound yang dialami rupiah disebabkan oleh tekanan dolar AS yang terjadi di tengah meningkatnyaHarapan akan kesepakatan perdamaian AS-Iran setelah Donald Trump mengisyaratkan kemajuan besar menuju kesepakatan akhir dengan Teheran.Data pertumbuhan ekonomi nasional yang realisasinya lebih kuat juga ikut mendukung pergerakan rupiah."Namun, faktor eksternal saat ini terutama harga minyak dunia lebih dominan," katanya.Nilai tukar rupiah sendiri masih rawan tertekan, mengingat gejolak geopolitik di Timur Tengah masih terjadi yang berdampak pada fluktuasi harga minyak mentah dunia.Selama harga minyak masih tinggi, maka rupiah akan terus tertekan.Dari dalam negeri, langkah-langkah Bank Indonesia (BI) dalam menstabilkan kurs rupiah baik dengan intervensi langsung maupun kebijakan lainnya diyakini dapat menjaga volatilitas rupiah. Akan tetapi, upaya tersebut bukan untuk menguatkan rupiah.Lukman juga memperkirakan, kurs rupiah rentan terperosok hingga level Rp 18.000 per dolar AS pada akhir 2026, terutama jika situasi di Timur Tengah belum membaik."Apakah bisa lebih cepat (menuju Rp 18.000)? Tentunya bisa saja, namun BI akan terus berupaya menahan pelemahan yang cepat dan besar," kata dia.Di sisi lain, jika perdamaian di Timur Tengah tercapai dan harga minyak menyusut ke kisaran US$ 70 per barel.Besar kemungkinan rupiah juga akan berangsur-angsur kembali menguat ke kisaran Rp 16.500 per dolar AS.Di samping itu, Lukman juga menilai sebenarnya upaya BI untuk mengintervensi rupiah sudah cukup efektif.Namun, untuk ke depannya, BI juga bisa menambah tenaga ke rupiah dengan menaikkan suku bunga acuan di kisaran 15--25 bps dalam jangka pendek.Lebih lanjut, para investor juga tidak perlu khawatir lantaran tren koreksi rupiah akhir-akhir ini masih dalam rentang yang wajar.Belakangan ini pun, penguatan dolar AS tidak terlalu signifikan dan berkelanjutan."Jadi, dolar AS terlihat justru rentan koreksi besar apabila perdamaian tercapai,""Sebaliknya dolar tidak memiliki banyak ruang penguatan walau perang berkelanjutan," pungkas dia.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

Trump Sebut Iran Tolak Tawaran AS, Kesepakatan Disebut Baru Terbuka Setelah Pemilu

Ekonomi & Bisnis

AS Tolak Visa Tim Media Presiden Iran Jelang Sidang PBB, Teheran Kecam Pembatasan Pers

Ekonomi & Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini

Ekonomi & Bisnis

Harga Minyak Mentah Menguat Menanti Potensi Pembicaraan AS-Iran di PBB

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS