Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,25%, Rupiah dan Inflasi Jadi Fokus Utama

Muchlis - Rabu, 20 Mei 2026 17:36 WIB
BI Rate 2026
Topikseru.com - Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dalam hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 19-20 Mei 2026.Keputusan tersebut diumumkan langsung pada paparan hasil RDG yang digelar Rabu (20/5/2026).Kenaikan ini sekaligus mengakhiri kebijakan bank sentral yang sebelumnya mempertahankan suku bunga selama delapan bulan berturut-turut."Rapat Dewan Gubernur pada 19-20 Mei 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen," demikian disampaikan Bank Indonesia dalam konferensi pers.Deposit Facility dan Lending Facility Ikut NaikSejalan dengan kenaikan BI Rate, Bank Indonesia juga menetapkan: Suku bunga Deposit Facility naik menjadi 4,25 persen Suku bunga Lending Facility menjadi 6,00 persenLangkah tersebut diambil sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah tekanan global yang meningkat.Rupiah dan Risiko Global Jadi Pertimbangan UtamaBank Indonesia menegaskan keputusan menaikkan suku bunga dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah serta menjaga inflasi tetap terkendali sesuai target pemerintah.Tekanan global yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah disebut menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi kebijakan moneter terbaru tersebut.Selain itu, BI juga berupaya memastikan sasaran inflasi 2026-2027 tetap berada dalam rentang 2,5 persen plus minus 1 persen."Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi global," tulis BI.Kenaikan BI Rate Lebih Tinggi dari Prediksi PasarKeputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin dinilai lebih agresif dibandingkan ekspektasi mayoritas pelaku pasar.Sebelumnya, hasil polling CNBC Indonesia terhadap 15 lembaga dan institusi menunjukkan mayoritas analis memperkirakan BI hanya akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen.Sementara sebagian lainnya memprediksi BI masih akan mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen.Langkah agresif BI ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa stabilitas rupiah kini menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian ekonomi global.Dampak ke Kredit dan Dunia UsahaKenaikan suku bunga acuan berpotensi mempengaruhi biaya pinjaman perbankan, termasuk kredit konsumsi maupun kredit usaha.Pelaku pasar kini menantikan respons sektor perbankan terhadap kebijakan terbaru tersebut, terutama terkait suku bunga kredit dan simpanan.Di sisi lain, keputusan BI juga diperkirakan akan berdampak pada pasar obligasi, pergerakan rupiah, hingga arus modal asing ke pasar domestik.Meski demikian, bank sentral tetap menegaskan bahwa stabilitas ekonomi makro dan pengendalian inflasi menjadi fokus utama kebijakan moneter saat ini.BI Hadapi Tantangan Global yang MeningkatKondisi global sepanjang 2026 memang diwarnai tekanan cukup besar, mulai dari konflik geopolitik, ketidakpastian suku bunga global, hingga gejolak nilai tukar di berbagai negara berkembang.Dalam situasi tersebut, Bank Indonesia memilih memperkuat kebijakan moneter untuk menjaga kepercayaan pasar terhadap ekonomi nasional.Keputusan kenaikan BI Rate menjadi salah satu langkah antisipatif agar stabilitas rupiah dan inflasi tetap terjaga di tengah tekanan eksternal yang terus berkembang.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini

Ekonomi & Bisnis

IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS

Ekonomi & Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini

Ekonomi & Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini