IHSG Berbalik Arah Melemah 112,98 Poin Terperosok ke Level 5.789,397 Siang Ini

Mhd Rabbani - Kamis, 11 Juni 2026 14:29 WIB
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan sesi I Kamis (11/6/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan terperosok hampir 2%.Seiring memburuknya sentimen pasar global akibat lonjakan inflasi Amerika Serikat (AS) dan memanasnya kembali konflik di Timur Tengah.Berdasarkan data RTI hingga pukul 12.00 WIB, IHSG anjlok 1,91% atau 112,98 poin ke level 5.789,397.Tekanan jual terjadi hampir merata di pasar, tercermin dari 500 saham yang melemah, sementara hanya 185 saham menguat dan 128 saham bergerak stagnan.Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan volume transaksi mencapai 22,2 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 12,7 triliun.Pelemahan IHSG dipicu oleh penurunan seluruh indeks sektoral. Sektor bahan baku (IDX Basic) memimpin koreksi dengan penurunan 6,27%.Diikuti sektor energi (IDX Energy) yang merosot 3,17% dan sektor transportasi (IDX Trans) yang melemah 2,94%.Saham top losers LQ45:PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) turun 14,18% ke Rp 1.785PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 11,64% ke Rp 645PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 9,66% ke Rp 1.590Saham top gainers LQ45:PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 3,56% ke Rp 2.910PT Indosat Tbk (ISAT) naik 1,93% ke Rp 1.850PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 1,67% ke Rp 1.215.IHSG Dibuka Naik 11,15 Poin Berdiri di Level 5.913,53 Pagi IniPada awal perdagangan Kamis (11/6/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif namun masih menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa saham Asia yang tertekan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan aksi jual saham teknologi global.Berdasarkan yang dilansir dari data RTI pukul 09.13 WIB, IHSG naik 0,19% atau 11,15 poin ke level 5.913,53. Sebanyak 257 saham menguat, 263 saham melemah, dan 199 saham bergerak stagnan.Volume perdagangan mencapai 4 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,5 triliun. Penguatan IHSG ditopang oleh tujuh indeks sektoral.Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi yakni IDX Technology yang menguat 1,27%, IDX Property naik 0,90%, dan IDX Energy bertambah 0,49%.Saham top gainers LQ45:PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 5,44% ke Rp 1.260PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik 3,12% ke Rp 1.650PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 2,85% ke Rp 2.890Saham top losers LQ45:PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) turun 6,01% ke Rp 1.955PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 2,63% ke Rp 2.590PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun 2,15% ke Rp 1.590Berbeda dengan IHSG, mayoritas bursa saham Asia bergerak di zona merah. Mengutip Reuters, indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang turun 0,9%, dengan tekanan terbesar berasal dari indeks KOSPI Korea Selatan yang anjlok 3%.Kontrak berjangka indeks S&P 500 juga melemah 0,3%, mencerminkan kehati-hatian investor terhadap aset berisiko setelah inflasi Amerika Serikat meningkat lebih tinggi dari perkiraan dan memicu kekhawatiran terhadap prospek suku bunga.Sentimen negatif juga datang dari perkembangan geopolitik. Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran pada Rabu (10/6) malam, hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengancam akan melakukan serangan lanjutan apabila kesepakatan damai tidak tercapai.Sebagai respons, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang selama ini menjadi salah satu urat nadi distribusi energi global.Kondisi tersebut mendorong harga minyak Brent naik 2% ke level US$ 94,93 per barel pada perdagangan awal Asia.Analis menilai saham-saham teknologi Asia yang sebelumnya mencatat reli kuat dalam dua bulan terakhir berpotensi melanjutkan koreksi.Investor mulai mempertanyakan keberlanjutan pertumbuhan laba yang selama ini menjadi pendorong utama kenaikan harga saham sektor tersebut.Strategis Kuantitatif Asia Bernstein Rupal Agarwal mengatakan, valuasi saham teknologi di Korea Selatan, Taiwan, dan kawasan Asia secara umum telah berada pada level yang cukup tinggi."Ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan laba sudah sangat optimistis. Dengan valuasi yang mahal, kondisi ini membuat saham-saham tersebut rentan mengalami koreksi lebih lanjut," tulis Agarwal dalam catatannya kepada klien. 

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

Trump Sebut Iran Tolak Tawaran AS, Kesepakatan Disebut Baru Terbuka Setelah Pemilu

Ekonomi & Bisnis

AS Tolak Visa Tim Media Presiden Iran Jelang Sidang PBB, Teheran Kecam Pembatasan Pers

Ekonomi & Bisnis

IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini

Ekonomi & Bisnis

IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406

Ekonomi & Bisnis

Pemprov Sumut - AS Perkuat Kemitraan Strategis