Topikseru.com, Jakarta - Pada akhir perdagangan hari ini. Jumat (12/6/2026) nilai tukar rupiah di pasar spot tampil perkasa ditutup di level Rp 17.860 per dolar Amerika Serikat (AS).Hal ini membuat nilai tukar rupiah menguat 0,72% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.989 per dolar AS.Dalam sepekan, nilai tukar rupiah sudah melonjak 0,98%. Hingga pukul 15.00 WIB, mayoritas pergerakan mata uang di Asia menguat.Di mana, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah ditutup melonjak 0,93%.Selanjutnya ada won Korea Selatan yang terkerek 0,68% dan rupee India naik 0,35%. Disusul, yuan China yang terangkat 0,17%.Berikutnya, ringgit Malaysia yang menanjak 0,16% dan dolar Hong Kong terapresiasi 0,01%.Lalu, baht THailand menguat tipis 0,003%. Sementara itu, yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,22%.Kemudian, dolar Singapura yang turun 0,08% dan dolar Taiwan melemah tipis 0,02% terhadap the greenback.Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,40% di Level Rp17.917 per Dolar AS Siang IniPada perdagangan Jumat (12/6/2026) siang. Pukul 12.10 WIB nilai tukar rupiah terus menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.Nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.917 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,40% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 17.989 per dolar AS.Di Asia, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS siang ini. Peso Filipina mencatat penguatan terbesar yakni 0,70%.Disusul won Korea yang menguat 0,64%, rupee India menguat 0,44%, rupiah menguat 0,40%, ringgit Malaysia menguat 0,17%.yuan China menguat 0,16%, dan dolar Hong Kong yang menguat 0,006%. Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS siang ini.Yen Jepang melemah 0,20%, dolar Taiwan melemah 0,14%, dolar Singapura melemah 0,09%, baht Thailand melemah 0,02% terhadap dolar AS.Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,76, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 99,85.