Kurs Rupiah Tak Mampu Membalikan Keadaan Ditutup Loyo di Level Rp17.804 Per Dolar AS

Mhd Rabbani - Jumat, 19 Juni 2026 18:34 WIB
Kurs Rupiah
Topikseru.com, Jakarta - Pada akhir perdagangan hari ini. Jumat (19/6/2026) kurs rupiah tak mampu membalikan keadaan dan ditutup melemah di pasar spot.Kurs rupiah spot ditutup di level Rp 17.804 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat kurs rupiah melemah 0,06% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.794 per dolar AS.Hingga pukul 15.00 WIB, mayoritas pergerakan mata uang di Asia melemah. Di mana, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,62%.Selanjutnya ada peso Filipina yang ditutup terkoresi 0,32% dan baht Thailand tertekan 0,3%. Disusul, dolar Singapura yang juga turun 0,19%.Berikutnya, rupee India tergelincir 0,14%, dan yuan China terdepresiasi 0,11%. Lalu, dolar Taiwan turun 0,03%.Kemudian ada dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,02% terhadap the greenback.Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah terkerek 0,62%. Diikuti, yen Jepang terlihat menguat tipis 0,05% pada sore ini.Kurs Rupiah Hari Ini Melemah 0,30% ke Level Rp 17.847 per Dolar ASPada perdagangan Jumat (19/6/2026) siang Kurs rupiah mengalami pelemahan 0,30% ke level Rp 17.847 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.Hal ini terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS (DXY) yang sekarang menembus level 101,03.Menanggapi hal tersebut, Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong, koreksi rupiah terjadi seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed usai agenda Federal Open Market Committee (FOMC).Sentimen ini membuat indeks dolar AS mampu melesat dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun terakhir."Kekhawatiran apabila pasokan minyak mentah dunia masih belum akan pulih dari perang ikut mendukung dolar AS," ujarnya.Dari dalam negeri, keputusan MSCI untuk tetap mempertahankan status market Indonesia sebagai emerging market, meski terjadi penurunan kriteria arus informasi, cukup melegakan dan bisa mendukung rupiah.Kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) menjadi 5,75% juga dipandang sangat penting untuk mendukung stabilitas rupiah.BI juga diperkirakan masih akan mengerek suku bunga acuan pada masa mendatang paling tidak 50 bps lagi.Hingga akhir semester I-2026, kurs rupiah diperkirakan dapat bergerak di kisaran Rp 17.500--Rp 18.000 per dolar AS.Pada dasarnya, rupiah bisa secara bertahap menguat dalam beberapa waktu mendatang apabila BI tetap mempertahankan kebijakan pengetatan."Namun, perkembangan eksternal seperti konflik geopolitik dan pergerakan dolar AS tentunya masih akan mendikte rupiah dari waktu ke waktu," tandas dia.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Dunia Tertekan, Tembus Level Terendah 2 Bulan karena Dolar dan The Fed

Ekonomi & Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini

Ekonomi & Bisnis

Pergerakan Valas Masih Dipengaruhi Divergensi Bank Sentral dan Geopolitik

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS

Ekonomi & Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini

Ekonomi & Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini