IHSG Dibuka Melemah 6,302 Poin Berdiri di Level 6.101,907 Pagi ini

Mhd Rabbani - Jumat, 17 Juli 2026 10:47 WIB
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada awal perdagangan Jumat (17/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 6,302 poin atau 0,1% ke 6.101,907.Pelemahan IHSG ini disokong sebagian besar indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Barang Baku yang turun 0,66% di awal perdagangan.Berikutnya ada IDX Sektor Perindustrian, IDX Sektor Properti dan Real Estate, IDX Sektor Kesehatan dan IDX Sektor Infrastruktur.Selanjutnya, IDX Sektor Energi, IDX Sektor Barang Konsumen Primer dan IDX Sektor Transportasi & Logistik.Sementara itu, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer menjadi sektoral dengan penguatan terbesar setelah naik 0,67%. Disusul, IDX Sektor Teknologi dan IDX Sektor Keuangan.Top losers LQ45 pagi ini adalah:PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) turun 1,53%PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) turun 1,47%PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun 1,46%Top gainers LQ45 pagi ini terdiri dari:PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik 2,48%PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik 2,04%PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 1,58%Analis Pasar: IHSG Masih Berpeluang Melanjutkan Penguatan Secara TerbatasPada penutupan perdagangan Kamis (16/7/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 66,23 poin atau 1,10% ke level 6.108,20.Kenaikan indeks ditopang oleh 372 saham yang menguat, sementara 238 saham melemah dan 185 saham bergerak stagnan.Adapun total volume perdagangan saham mencapai 29,90 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 13,04 triliun.IHSG diproyeksikan masih bergerak menguat secara terbatas pada perdagangan Jumat (17/7/2026), ditopang oleh sentimen positif dari penguatan rupiah, aliran investasi asing, serta pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar.Menanggapi hal tersebut, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai penguatan IHSG pada perdagangan hari ini ditopang oleh pergerakan saham-saham perbankan besar dan sejumlah emiten konglomerasi.“Secara sentimen juga didorong oleh nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke Rp 18.011 per dolar AS,” ujarnya.Hal senada, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan bahwa kenaikan indeks ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan seperti BMRI dan BBRI, serta saham AMMN dan ASII yang menjadi kontributor utama penguatan IHSG.Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari data Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia pada kuartal II-2026 yang tumbuh 27,4% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 257,7 triliun, sekaligus mencetak rekor tertinggi.“Hal ini menunjukkan minat investasi asing langsung masih kuat di tengah ketidakpastian global,” ujarnya.Sementara itu, dari pasar global, investor merespons positif data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang turun 0,3% secara bulanan atau month on month (MoM) dan melambat menjadi 5,5% secara tahunan.Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa tekanan inflasi produsen mulai mereda.“Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati pernyataan pejabat The Fed yang tetap berhati-hati terhadap arah kebijakan suku bunga, serta perkembangan konflik di Timur Tengah yang masih berpotensi memengaruhi harga energi,” tuturnya.Proyeksi IHSG dan rekomendasi saham Herditya memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan secara terbatas pada perdagangan Jumat (17/7/2026), dengan level support di 6.086 dan resistance di 6.121.“Sentimen berasal dari nilai tukar dan harga komoditas dunia,” katanya.Untuk perdagangan jangka pendek, MNC Sekuritas merekomendasikan investor mencermati saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA).Target harga masing-masing saham berada di kisaran Rp 5.400–Rp 5.700 per saham, Rp 1.960–Rp 2.120 per saham, serta Rp 356–Rp 378 per saham.Sementara itu, Reza memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan menguji area resistance pada level 6.130–6.150, sedangkan support berada di kisaran 6.050–6.000.“Momentum teknikal masih relatif positif, namun investor perlu mewaspadai potensi profit taking menjelang akhir pekan setelah penguatan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir,” katanya.BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan aksi beli pada saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Jago Tbk (ARTO), dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), dengan target harga jangka pendek masing-masing Rp 3.140–Rp 3.230 per saham, Rp 1.340–Rp 1.400 per saham, serta Rp 1.135–Rp 1.185 per saham.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini

Ekonomi & Bisnis

IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406

Ekonomi & Bisnis

IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini

Ekonomi & Bisnis

IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290