IHSG Dibuka Menguat 16,29 Poin Bersandar ke Level 6.348,55 Pagi Ini

Mhd Rabbani - Kamis, 23 Juli 2026 10:25 WIB
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada awal perdagangan Kamis (23/7/2026). Pukul 09.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 16,29 poin atau 0,22% ke 6.348,55.Di mana ada sebanyak 274 saham naik, 120 saham turun dan 250 saham stagnan. Sembilan indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG.Sedangkan dua indeks sektoral lainnya masuk zona merah. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor teknologi yang naik 1,82%, sektor energi yang naik 0,59% dan sektor barang baku yang naik 0,48%.Sementara indeks sektoral yang melemah adalah sektor perindustrian yang turun 0,38% dan sektor kesehatan yang turun 0,13%.Dengan total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 2,03 miliar saham, dengan total nilai Rp 621,19 miliar.Top gainers LQ45 pagi ini adalah:1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) (2,98%)2. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) (2,42%)3. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) (1,82%)Top losers LQ45 pagi ini adalah:1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) (-1,15%)2. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) (-0,63%)3. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) (-0,39%)Head of Retail Research MNC Sekuritas: Aksi Profit Taking Masih akan Bayangi Pergerakan IHSGPada perdagangan Rabu (22/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak volatil dan ditutup melemah tipis di pasar spot.Di mana IHSG terkoreksi 0,09% ke 6.334,48 pada penutupan perdagangan, seiring aksi ambil untung setelah penguatan dalam beberapa hari terakhir.Menanggapi hal tersebut, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, pergerakan IHSG hari ini memang cenderung fluktuatif dan sesuai dengan proyeksi teknikal sebelumnya.“Pergerakan IHSG hari ini cenderung bergerak volatile dan ditutup terkoreksi tipis 0,09%,” katanya.Ia menambahkan, meskipun terkoreksi, IHSG masih memiliki peluang penguatan dalam jangka pendek. Dari sisi sentimen, keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% turut mempengaruhi pergerakan pasar.Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta aksi profit taking juga menjadi faktor penekan IHSG.“IHSG juga dipengaruhi oleh adanya aksi profit taking setelah beberapa hari menguat cukup signifikan,” jelasnya.Untuk perdagangan Kamis (23/7/2026), Herditya memperkirakan IHSG masih berpotensi mengalami tekanan. “Kami perkirakan IHSG rawan terkoreksi dengan support di 6.282 dan resistance di 6.355,” katanya.Menurutnya, potensi lanjutan aksi profit taking masih akan membayangi pergerakan IHSG.Di sisi lain, investor juga mencermati perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dan emas dunia.Untuk strategi perdagangan, Herditya merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor.Di antaranya PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) pada kisaran Rp 9.300-Rp 9.525, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) di rentang Rp 815-Rp 915, serta PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada kisaran Rp 2.480-Rp 2.570 per saham. 

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini

Ekonomi & Bisnis

IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406

Ekonomi & Bisnis

IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini

Ekonomi & Bisnis

IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290