IHSG Menutup Perdagangan Akhir Pekan dengan Kinerja Positif

Mhd Rabbani - Sabtu, 01 Agustus 2026 07:38 WIB
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (31/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan dengan kinerja positif. IHSG menguat 0,80% ke level 6.236,13.Secara mingguan, IHSG juga mencatatkan penguatan sebesar 0,81% yang didukung oleh meningkatnya volume pembelian di pasar.Menanngapi hal tersebut, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, pergerakan IHSG sepanjang pekan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik.“Sepanjang pekan ini, IHSG ditutup menguat dan disertai dengan munculnya volume pembelian,” ujarnya.Ia menjelaskan, salah satu sentimen utama berasal dari keputusan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang masih menahan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%-3,75%, meskipun disertai pernyataan bernada hawkish.Selain itu, data ekonomi Amerika Serikat seperti pertumbuhan ekonomi (GDP) yang lebih rendah dari ekspektasi serta inflasi PCE yang melandai turut memengaruhi pergerakan pasar.“Investor juga mencermati kondisi geopolitik Timur Tengah yang cenderung mereda, sehingga mendorong penurunan harga minyak mentah dunia dan meredakan kekhawatiran inflasi global,” jelasnya.Sentimen lain datang dari musim rilis laporan keuangan emiten Kuartal II-2026, serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pasca mundurnya Gubernur Bank Indonesia.Senada, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menyebut, IHSG mencatatkan kinerja impresif sepanjang Juli 2026.“IHSG ditutup menguat di level 6.236,13 pada hari ini, sehingga secara bulanan IHSG naik 10,51%,” ujarnya.Ia menambahkan, penguatan terjadi di seluruh sektor dengan sektor teknologi mencatatkan kenaikan terbesar. Di kawasan Asia, mayoritas indeks saham juga ditutup menguat, meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah sempat meningkat.Sementara itu, nilai tukar rupiah menguat 0,49% ke level Rp18.022 per dolar AS di pasar spot, seiring pelemahan dolar AS.Dari sisi teknikal, Alrich memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan pada pekan depan.“IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.300 hingga 6.380,” jelasnya.Untuk awal pekan depan, Herditya memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas.“Kami perkirakan IHSG masih berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas, dengan support di 5.966 dan resistance di 6.377,” ungkapnya.Ia menambahkan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi, baik dari dalam maupun luar negeri.Di antaranya rilis data neraca perdagangan, inflasi, dan cadangan devisa Indonesia, serta data PMI dan neraca dagang China.Selain itu, investor juga akan menantikan rilis data tenaga kerja Amerika Serikat, termasuk non-farm payroll (NFP), serta mencermati kebijakan moneter Bank Indonesia dan pergerakan nilai tukar rupiah.Untuk strategi, Herditya merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati, yakni PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) di kisaran Rp595-Rp605 per saham.PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) di rentang Rp1.455-Rp1.610 per saham, serta PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) pada kisaran Rp540-Rp580 per saham.Dengan berbagai sentimen tersebut, investor disarankan tetap selektif dalam mengambil keputusan investasi di tengah dinamika pasar yang masih dipengaruhi faktor global dan domestik.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini

Ekonomi & Bisnis

IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406

Ekonomi & Bisnis

IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini

Ekonomi & Bisnis

IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290