IHSG Naik 0,32% ke Level 6.254,17 Mengikuti Reli Wall Street Pagi Ini

Mhd Rabbani - Selasa, 04 Agustus 2026 11:20 WIB
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Selasa (4/8/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat seiring sentimen positif dari bursa saham Asia yang mengikuti reli Wall Street.Berasarkan data RTI pada pukul 09.05 WIB, IHSG naik 0,32% atau 19,67 poin ke level 6.254,17. Sebanyak 313 saham menguat, 130 saham melemah, dan 227 saham bergerak stagnan.Volume perdagangan mencapai 2,56 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 866 miliar. Penguatan IHSG ditopang oleh sembilan indeks sektoral.Tiga sektor yang mencatat kenaikan terbesar yakni IDX Basic yang naik 1,00%, IDX Property menguat 0,70%, dan IDX Infrastructure bertambah 0,32%.Di jajaran saham LQ45, penguatan terbesar dicatat oleh: PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 3,42% ke Rp 2.420PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 3,31% ke Rp 2.810PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) naik 1,94% ke Rp 525Sementara itu, saham LQ45 yang mengalami pelemahan terdalam adalah:PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 1,85% ke Rp 1.860PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melemah 1,53% ke Rp 1.285PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terkoreksi 1,09% ke Rp 2.710Analis Pasar: IHSG akan Bergerak Terbatas dengan Support di 6.186–6.130pada akhir perdagangan Senin (3/8/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini. IHSG melemah tipis 1,62 poin atau 0,03% ke level 6.234,49.Ada sebanyak 292 saham naik, 348 saham turun, dan 150 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 38,35 miliar saham, dengan total nilai transaksi sebesar Rp 14,19 triliun.Menanggapi hak tersebut, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, pelemahan IHSG terjadi setelah bergerak volatil sepanjang sesi pasca-rilis data makroekonomi Indonesia."Hari ini Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan deflasi secara bulanan dan perbaikan dari sisi neraca perdagangan," ujarnya.Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, melihat pergerakan IHSG hari ini mencerminkan sikap wait and see investor menjelang sejumlah rilis data ekonomi penting sepanjang pekan ini.Dari domestik, pasar mencerna PMI Manufaktur Indonesia yang kembali ekspansif ke level 50,2, serta inflasi Juli yang tetap terkendali di 2,88% secara tahunan (year on year/YoY), yang menjadi sentimen positif.Namun, sentimen tersebut diimbangi oleh defisit neraca perdagangan sebesar US$450 juta akibat lonjakan impor, sehingga membatasi ruang penguatan IHSG."Secara teknikal, IHSG juga masih bergerak di area supply kuat 6.200–6.400 sehingga penguatan cenderung terbatas sambil menunggu katalis baru untuk melanjutkan kenaikan," ujarnya.Dari eksternal, mayoritas bursa Asia masih bergerak terkoreksi. Sentimennya berasal dari ketidakpastian terkait perkembangan geopolitik di Timur Tengah, serta antisipasi investor terhadap rilis data ekonomi penting dari China, Amerika Serikat, dan Indonesia sepanjang pekan ini."Ini membuat pergerakan IHSG cenderung terbatas meski fundamental domestik masih cukup solid," paparnya.Herditya memperkirakan IHSG pada perdagangan Selasa (4/8/2026) masih bergerak volatil dengan kecenderungan terkoreksi, dengan level support di 6.144 dan resistance di 6.306."Secara sentimen, investor akan mencermati nilai tukar rupiah dan juga data ketenagakerjaan AS," ungkapnya.Herditya pun menyarankan investor mencermati saham AMMN dengan target harga Rp 4.620–Rp 4.900 per saham, ARCI Rp 1.120–Rp 1.170 per saham, dan HRUM Rp 925–Rp 970 per saham.Reza memproyeksikan IHSG pada perdagangan Selasa akan bergerak terbatas dengan support di 6.186–6.130 dan resistance pada 6.268–6.300.Pergerakan pasar masih akan dipengaruhi oleh rilis laporan keuangan semester I 2026 sebagai katalis utama domestik.Dari eksternal, investor mencermati perkembangan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkatkan harapan deeskalasi konflik di Timur Tengah, sehingga berpotensi meredakan tekanan terhadap harga minyak."Meski demikian, pasar tetap mewaspadai risiko perlambatan ekonomi global, termasuk meningkatnya tekanan ekonomi di Inggris akibat gangguan jalur perdagangan energi melalui Selat Hormuz," tuturnya.Reza pun merekomendasikan beli untuk TINS, EMTK, dan JELI dengan target harga masing-masing Rp 3.890–Rp 4.020 per saham, Rp 540–Rp 560 per saham, dan Rp 800–Rp 860 per saham.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406

Ekonomi & Bisnis

IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau

Ekonomi & Bisnis

IHSG Turun 1,53% dalam Sepekan, Begini Proyeksi IHSG Pekan Depan

Ekonomi & Bisnis

IHSG Dibuka Langsung Melorot 1,03 Persen Tersungkur ke Level 6.521,49

Ekonomi & Bisnis

IHSG Melemah Tipis 0,01% Terseret ke Level 6.685,49 Pagi Ini