Harga Minyak Mentah Melemah: West Texas Intermediate turun 53 Sen dan Brent 37 Sen

Mhd Rabbani - Kamis, 06 Agustus 2026 12:47 WIB
Harga Minyak Mentah
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (6/8/2026)  harga minyak mentah melemah seiring pelaku pasar mencermati perkembangan perundingan antara Iran dan OmanYang dinilai dapat membuka jalan menuju kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, sekaligus membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.Berdasarkan data yang dilansir dari Reuters, harga minyak mentah Brent untuk kontrak berjangka turun 37 sen atau 0,5% menjadi US$ 79,08 per barel pada pukul 00.24 GMT.Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 53 sen atau 0,7% menjadi US$ 74,69 per barel.Pada perdagangan sebelumnya, Brent ditutup menguat tipis, sedangkan WTI berakhir di zona merah.Ekonom Nomura Securities Yuki Takashima mengatakan, tekanan jual muncul setelah adanya laporan bahwa pembicaraan antara Iran dan Oman menunjukkan kemajuan.Menurutnya, harga minyak saat ini pada dasarnya kembali ke level ketika AS dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara pada 17 Juni lalu.Kini, investor menunggu apakah kedua negara mampu mencapai kesepakatan final. Sebelumnya, sumber senior Iran.Dan dua pejabat kawasan mengatakan kepada Reuters bahwa usulan kesepakatan antara Iran dan Oman untuk mengakhiri konflik dengan AS akan memberikan Teheran kendali atas kapal-kapal yang memasuki Teluk Persia melalui Selat Hormuz.Usulan tersebut menjadi salah satu konsesi terbesar yang pernah diberikan kepada Iran. Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah AS terkait proposal tersebut.Meski Presiden Donald Trump menyatakan kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz sudah dekat, para pejabat AS berulang kali menegaskan Washington tidak akan menyetujui Iran menguasai akses ke salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia.Di sisi lain, Iran memperingatkan negara-negara Teluk bahwa setiap serangan baru dari AS terhadap wilayahnya akan dibalas dengan serangan terhadap infrastruktur energi strategis di kawasan.Sementara itu, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengklaim telah meluncurkan serangan rudal terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi di dekat pelabuhan Yanbu di Laut Merah serta kapal tanker lainnya di Teluk Aden.Namun, hingga kini belum ada konfirmasi dari pemerintah Arab Saudi. Takashima menilai ancaman serangan Houthi terhadap jalur pelayaran di Laut Merah masih menjadi faktor yang  membatasi optimisme pasar terhadap normalisasi distribusi minyak di kawasan Timur Tengah.Dari sisi fundamental, harga minyak juga tertekan setelah Energy Information Administration (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah AS naik 2,5 juta barel menjadi 407 juta barel pada pekan yang berakhir 31 Juli.Kenaikan stok tersebut berlawanan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang sebelumnya memperkirakan penurunan persediaan sebesar 1,5 juta barel.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

Harga Minyak Mentah Menguat Menanti Potensi Pembicaraan AS-Iran di PBB

Ekonomi & Bisnis

Harga Minyak Mentah Brent Turun 1,97% di Level US$ 101,82 per Barel

Ekonomi & Bisnis

Harga Minyak Mentah Turun: Brent Turun US$ 1,01 dan West Texas Intermediate (WTI) 52 Sen

Ekonomi & Bisnis

Harga Minyak Mentah Turun 0,84% Tersudut di Level US$ 101,57 per Barel

Ekonomi & Bisnis

Harga Minyak Mentah Brent Naik US$2,50 Bertengger di Level US$108,18 per Barel

Ekonomi & Bisnis

Harga Minyak West Texas Intermediate Naik 2,42% di Level US$ 102,47 per Barel