Kekayaan 50 Orang Terkaya di Indonesia Capai Rp4.651 Triliun pada 2026, Sektor Ekstraktif Dominan

ari tanjung - Kamis, 13 Agustus 2026 18:16 WIB
Ilustrasi lima orang berdiri di atas tumpukan koin emas dengan latar peta Indonesia, gedung pencakar langit, tambang batu bara, alat berat, dan jet pribadi.

Topikseru.com, Jakarta – Total kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia mencapai Rp4.651 triliun pada 2026.

Angka tersebut meningkat dibandingkan 2019 yang tercatat sekitar Rp2.508 triliun, berdasarkan data yang disajikan CELIOS dalam kajian Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026.

Data tersebut menunjukkan kenaikan total kekayaan kelompok 50 orang terkaya dalam periode 2019–2026. Pada 2020, total kekayaan tercatat Rp2.479 triliun, kemudian naik menjadi Rp2.746 triliun pada 2021 dan Rp3.016 triliun pada 2022.

Kenaikan berlanjut pada 2023 dengan total kekayaan mencapai Rp3.501 triliun. Angka tersebut kembali meningkat menjadi Rp4.521 triliun pada 2024, sebelum berada di level Rp4.405 triliun pada 2025 dan Rp4.651 triliun pada 2026.

Kekayaan dari Sektor Ekstraktif Meningkat

Data CELIOS juga memperlihatkan besarnya porsi kekayaan yang berasal dari sektor energi dan ekstraktif.

Pada 2019, kekayaan yang berasal dari sektor ekstraktif tercatat Rp986 triliun atau sekitar 39,3 persen dari total kekayaan 50 orang terkaya. Pada 2020, nilainya mencapai Rp1.026 triliun atau 41,4 persen.

Proporsi tersebut meningkat menjadi 44,1 persen pada 2021 dengan nilai kekayaan Rp1.210 triliun. Pada 2022, kekayaan dari sektor tersebut mencapai Rp1.388 triliun atau 46 persen.

Pada 2023, nilai kekayaan dari sektor ekstraktif meningkat menjadi Rp1.720 triliun dengan proporsi 49,1 persen dari total kekayaan.

Porsi tersebut kemudian berada di atas 57 persen pada periode 2024–2026. Pada 2024, kekayaan sektor ekstraktif tercatat Rp2.611 triliun atau 57,8 persen dari total Rp4.521 triliun.

Pada 2025, nilainya mencapai Rp2.514 triliun atau 57,1 persen dari total Rp4.405 triliun. Sementara pada 2026, kekayaan dari sektor ekstraktif tercatat Rp2.690 triliun atau 57,8 persen dari total Rp4.651 triliun.

Dengan demikian, berdasarkan data tersebut, sektor ekstraktif menyumbang lebih dari separuh total kekayaan 50 orang terkaya Indonesia pada 2024, 2025, dan 2026.

Daftar Orang Terkaya di Indonesia

Data yang dikutip dalam kajian CELIOS juga mencatat sejumlah nama dan keluarga dengan nilai kekayaan terbesar di Indonesia.

Keluarga Hartono berada di posisi teratas dengan kekayaan sekitar Rp650 triliun. Posisi berikutnya ditempati Prajogo Pangestu dengan kekayaan Rp483 triliun.

Selanjutnya terdapat keluarga Widjaja dengan kekayaan Rp478 triliun, Low Tuck Kwong sebesar Rp341 triliun, Anthony Salim Rp221 triliun, serta keluarga Tahir dengan kekayaan Rp179 triliun.

Selain nilai kekayaan terbesar, data CELIOS mencatat sejumlah nama yang mengalami pertumbuhan kekayaan tahunan paling tinggi berdasarkan compound annual growth rate (CAGR).

Haryanto Tjiptodihardjo tercatat memiliki CAGR kekayaan sebesar 71 persen. Berikutnya Marina Budiman dengan 47,9 persen dan Lim Hariyanto Wijaya Sarwono sebesar 42,2 persen.

Emisi dari Penggunaan Jet Pribadi

Kajian CELIOS juga mencatat aspek lingkungan yang berkaitan dengan kepemilikan jet pribadi kelompok superkaya.

Berdasarkan data yang disajikan, 57 jet pribadi milik superkaya Indonesia menghasilkan sekitar 46.170 ton CO₂e per tahun. Angka tersebut dalam kajian tersebut disebut setara dengan emisi 7.825 mobil dan 51.993 sepeda motor.

Data ini menjadi bagian dari pembahasan CELIOS mengenai hubungan antara konsentrasi kekayaan, aktivitas ekonomi berbasis sumber daya alam, dan dampak lingkungan.

Secara keseluruhan, data 2019–2026 memperlihatkan total kekayaan 50 orang terkaya Indonesia meningkat dari Rp2.508 triliun menjadi Rp4.651 triliun. Pada saat yang sama, porsi kekayaan yang berasal dari sektor energi dan ekstraktif meningkat dari 39,3 persen pada 2019 menjadi 57,8 persen pada 2026.

Sumber: CELIOS, Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026; Data Forbes 50 orang terkaya di Indonesia 2026, diolah peneliti.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait