Nilai Tukar Rupiah Masih Melemah 0,30% ke Level Rp17.852 per Dolar AS Siang Ini

Mhd Rabbani - Selasa, 18 Agustus 2026 13:26 WIB
Nilai Tukar Rupiah
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Selasa (18/8/2026) siang ini nilai tukar rupiah melemah 0,30% ke level Rp 17.852 per dolar AS di pasar spot.Sehari sebelumnya, Senin (17/8/2026), rupiah di pasar spot menguat 0,16% secara harian ke level Rp 17.798 per dolar AS.Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah. Tekanan terhadap rupiah salah satunya berasal dari kenaikan harga minyak mentah dunia di tengah meningkatnya ketegangan AS dan Iran.Menanggapi hal tersebut, Analis Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah terjadi seiring kembali menguatnya harga minyak mentah dunia.Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Iran sebelumnya mengancam akan mengubah postur militernya menjadi lebih ofensif setelah upaya diplomasi untuk mengakhiri perang dengan AS mengalami kebuntuan.Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menegaskan Washington tidak akan memperpanjang kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran.Situasi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan minyak global, terutama di tengah ketidakpastian aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz.Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat telah mencapai US$ 85,32 per barel.“Penguatan harga minyak di atas US$ 83 per barel, membuat rupiah tersungkur pagi ini,” ujar Ibrahim.Ibrahim memperkirakan, pergerakan rupiah pada perdagangan Selasa akan berlangsung fluktuatif.Ia memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.750-Rp 17.800 per dolar AS.Sementara itu, Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 17.750-Rp 17.850 per dolar AS.Pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi perkembangan konflik AS-Iran, arah harga minyak mentah dunia, serta sentimen terhadap dolar AS dan ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,24% Tersungkur di Level Rp17.842 per Dolar AS Pagi IniPada perdagangan Selasa (18/8/2026) penguatan nilai tukar rupiah selama dua hari berturut-turut terhenti. nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah pergerakan mata uang Asia yang beragam.Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg pukul 09.27 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot berada di level Rp17.842 per dolar AS, melemah 0,24% dibandingkan posisi penutupan Senin (17/8) di Rp17.798 per dolar AS.Pergerakan rupiah tersebut sejalan dengan tekanan terhadap sejumlah mata uang Asia lainnya. Namun, won Korea Selatan dan ringgit Malaysia justru mencatat penguatan terbesar di kawasan.Berdasarkan data Reuters pada pukul 02.02 GMT, won Korea Selatan menguat 0,33% menjadi 1.411 won per dolar AS. Ringgit Malaysia juga menguat 0,35% menjadi 4,046 ringgit per dolar AS.Penguatan sejumlah mata uang Asia terjadi ketika dolar AS masih berada di bawah tekanan.Investor memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat setelah serangkaian data ekonomi AS menunjukkan pelemahan.Di sisi lain, dolar Taiwan melemah 0,23% menjadi 31,780 per dolar AS. Yen Jepang turun 0,06% menjadi 159,520 per dolar AS, sedangkan baht Thailand melemah 0,08% menjadi 33,040 per dolar AS.Peso Filipina juga turun 0,20% menjadi 61,593 per dolar AS. Yuan China melemah tipis 0,03% menjadi 6,744 per dolar AS. Sementara itu, dolar Singapura menguat 0,05% menjadi 1,278 per dolar AS.Rupee India relatif stabil di level 95,603 per dolar AS. Rupiah Masih Tertekan Secara kumulatif sepanjang 2026, rupiah masih menjadi salah satu mata uang Asia dengan kinerja terlemah.Berdasarkan data Reuters, rupiah berada di level Rp17.835 per dolar AS pada pukul 02.02 GMT, melemah 6,53% dibandingkan posisi akhir 2025 di Rp16.670 per dolar AS.Rupee India telah melemah 6% sepanjang 2026, sedangkan baht Thailand turun 4,81% dan peso Filipina melemah 4,53%.Sebaliknya, won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik sepanjang tahun dengan penguatan 2,02% dibandingkan posisi akhir 2025.Ringgit Malaysia juga masih mencatat penguatan tipis sebesar 0,25% sepanjang 2026.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini

Ekonomi & Bisnis

Pergerakan Valas Masih Dipengaruhi Divergensi Bank Sentral dan Geopolitik

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS

Ekonomi & Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini

Ekonomi & Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS