Harga Emas Spot Turun 0,6% Bertengger di Level US$ 4.626,79 per Ons

Mhd Rabbani - Rabu, 26 Agustus 2026 14:28 WIB
Harga Emas
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Rabu (26/8/2026) harga emas dunia turun setelah sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada hari sebelumnya.Harga emas turun setelah investor menantikan laporan inflasi penting Amerika Serikat (AS) untuk mengukur arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.Harga emas spot turun 0,6% menjadi US$ 4.626,79 per ons pada pukul 06.25 GMT. Harga sempat melonjak ke level tertinggi sejak pertengahan Mei 2026 pada hari Selasa (25/8/2026).Menyusul kenaikan tajam pekan lalu akibat pengumuman pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan AS. Sementara itu, harga kontrak berjangka emas AS turun 0,2% menjadi US$ 4.683,60.Indikator inflasi pilihan The Fed, yaitu indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) AS untuk bulan Juli, dijadwalkan rilis pada pukul 12.30 GMT.Perhatian juga tertuju pada pidato Ketua The Fed Kevin Warsh pada hari Jumat di simposium Jackson Hole bank sentral tersebut."Bagi emas, hasil yang paling mendukung adalah inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dikombinasikan dengan pesan yang dovish atau seimbang dari Warsh; hal ini akan memperkuat ekspektasi penurunan imbal hasil riil dan mengurangi biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil," kata Wael Makarem, kepala strategi pasar keuangan di Exness seperti dikutip Reuters.Makarem mengatakan, penurunan kembali kepercayaan terhadap keberlanjutan fiskal AS juga bisa menjadi faktor penting bagi emas.Terutama mengingat rencana pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan baru-baru ini serta dampaknya.Awal bulan ini, data menunjukkan penurunan tak terduga pada jumlah tenaga kerja non-pertanian (nonfarm payrolls) AS dan inflasi konsumen yang sesuai perkiraan, sehingga meredam ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan September 2026.Para pelaku pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 61,6% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah bulan depan, menurut data CME FedWatch Tool.Di sisi geopolitik, Iran menyatakan telah memulai kembali pembicaraan dengan negara tetangga, Oman, terkait pengelolaan Selat Hormuz, yang menyebabkan harga minyak turun."Ekonomi global telah mampu menghadapi guncangan energi akibat konflik Iran dengan lebih baik daripada yang dikhawatirkan sebelumnya," ujar Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva.Namun, ia juga menyoroti kekhawatiran mengenai memburuknya kondisi fiskal di sejumlah negara.Harga emas spot kemungkinan akan kembali menguji level resistansi di US$ 4.681; penembusan di atas level tersebut dapat memicu kenaikan ke kisaran $4.707 hingga $4.743, menurut analis teknikal Reuters, Wang Tao.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Perhiasan di Perdagangan Selasa, 22 September 2026: 24 Karat Dibanderol Rp2.250.000 per Gram

Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini 22 September 2026 Terkoreksi Tipis Rp1.000, Cek Rinciannya

Ekonomi & Bisnis

Pergerakan Valas Masih Dipengaruhi Divergensi Bank Sentral dan Geopolitik

Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Perhiasan di Perdagangan Senin (21/9/2026): 24 Karat Dibanderol Rp2.250.000 per Gram

Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Spot Terkoreksi 0,36% Terseret di Level US$ 4.309,10 per Ons

Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu Dibanderol Rp2.628.000 per Gram