Topikseru.com, Jakarta - Pada awal perdagangan Senin (31/8/2026) pukul 09.08 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah dan sempat rebound sejenak.Di mana IHSG melemah tipis 2,351 poin atau 0,04% ke 6.515,77. Pelemahan IHSG ini hanya disokong satu indeks sektoral.Sektor dengan pelemahan terdalam dicetak IDX Sektor Barang Baku yang melemah 0,94%.Sementara itu, mayoritas sektoral lainnya menguat dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Perindustrian yang naik 0,97%.Diikuti, IDX Sektor Energi, IDX Sektor Properti dan Real Estate, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer dan IDX Sektor Transportasi serta Logistik.Selanjutnya ada IDX Sektor Infrastruktur, IDX Sektor Teknologi, IDX Sektor Barang Konsumen Primer, IDX Sektor Kesehatan dan IDX Sektor Keuangan.Top losers LQ45 pagi ini adalah: PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) turun 4,29%PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 2,27%PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 1,97%Top gainers LQ45 pagi ini terdiri dari: PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 5,87%PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik 3,75%PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 1,85%.Analis Pasar: IHSG akan Menguji Support di 6.506 dan Resistance di 6.539Pada perdagangan hari ini (31/8/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali menguat secara terbatas.Diketahui, di perdagangan Jumat (28/8/2026) IHSG ditutup melemah tipis 0,06% ke level 6.518,12 di pasar spot.Menanggapi hal tersebut, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksi, IHSG akan menguat terbatas dengan beberapa sentimen.Pertama, rebalancing MSCI yang akan menjadi perhatian investor karena akan mulai efektif pada 1 September 2026.Adapun MSCI mendepak PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) keluar dari kategori Global Standard. MSCI juga mengeluarkan ARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI dari kategori Small Cap.“Rebalancing MSCI diperkirakan masih menjadi perhatian investor yang disebabkan masa efektif per 1 September 2026, di mana dikhawatirkan akan adanya potensi outflow yang besar,” jelasnya.Selain sentimen MSCI, Herditya bilang, investor juga masih akan mencermati pergerakan harga emas dan minyak dunia.Dia memproyeksikan harga emas dan minyak akan konsolidasi di tengah menurunnya tensi geopolitik Timur Tengah.Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan, IHSG masih positif secara teknikal, didukung sejumlah indikator yang mengindikasikan peluang pembentukan level tertinggi baru.Secara teknikal, pergerakan IHSG akan membentuk pola high baru karena faktor uptrend. MA20 dan MA60 telah menunjukkan positive crossover, sementara Stochastics K_D memberikan sinyal positif,” katanya.Kendati demikian, investor perlu mencermati perubahan sentimen global setelah pidato perdana Kevin Warsh sebagai Gubernur The Fed dalam Jackson Hole Economic Symposium.Di mana, Warsh menekankan inflasi AS belum menunjukkan perbaikan berarti dan stabilitas harga tetap menjadi prioritas utama The Fed.Nafan mencermati, respons pasar terhadap pidato tersebut cenderung hawkish. Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada September meningkat menjadi lebih dari 59%, dari sekitar 35% sebelum pidato.“Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap pasar saham global karena ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dapat mendorong kenaikan imbal hasil obligasi serta memperkuat dolar AS,” jelasnya.Di pasar Amerika Serikat, penguatan sebelumnya masih ditopang kinerja Nvidia yang kembali memperkuat optimisme terhadap prospek industri kecerdasan buatan.Permintaan terhadap infrastruktur AI global menjadi salah satu katalis bagi saham teknologi.Namun, setelah pidato Warsh, investor perlu lebih berhati-hati terhadap saham-saham yang memiliki valuasi tinggi dan sensitif terhadap perubahan suku bunga.Kenaikan Treasury yield dapat meningkatkan biaya modal sekaligus menekan valuasi saham berbasis pertumbuhan. Untuk perdagangan hari ini (31/8/2026).Nafan memproyeksikan, IHSG akan menguji support di level 6.358 dan 6.273 dengan level resistance di level 6.454 dan 6.552.Sementara itu, Herditya memproyeksikan, IHSG akan menguji support di 6.506 dan resistance di 6.539 untuk hari ini (31/8/2026).