Analis Pasar: IHSG akan Bergerak Sideways dalam Kisaran 6.550–6.650

Mhd Rabbani - Kamis, 03 September 2026 07:22 WIB
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Rabu (2/9/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,06% ke level 6.595,78 meski sempat menguat hingga level 6.629.Di mana, pelemahan IHSG terjadi di tengah meningkatnya volatilitas pasar global dan memanasnya kembali konflik AS-Iran yang turut menjadi perhatian pelaku pasar.Menanggapi, hal tersebut Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menyatakan, IHSG masih dibayangi berbagai sentimen negatif yang bisa menekan pergerakannya."Sentimen negatif masih berasal dari tekanan jual di pasar obligasi global akibat kecemasan akan tingginya inflasi, potensi kenaikan suku bunga, serta tingginya beban utang,” Katanya.Sementara itu, dari sisi domestik, sentimen positif datang dari sejumlah indikator ekonomi.Sementara, Head of Research KISI, Muhammad Wafi, menilai pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI juga turut menjadi sentimen positif yang menggerakkan IHSG.Selain itu, "Inflasi Agustus masih dalam target, neraca dagang Juli surplus membalikkan defisit bulan sebelumnya, juga menjadi sentimen yang mendukung IHSG,” jelas Wafi.Kemudian, menurut Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, juga menilai fundamental ekonomi Indonesia masih memberikan bantalan terhadap tekanan eksternal.Hal ini tercermin dari inflasi Agustus sebesar 3,19% yang masih berada dalam sasaran Bank Indonesia serta surplus neraca perdagangan.Sementara dari sisi global, memanasnya kembali konflik AS-Iran dan gangguan di Selat Hormuz berpotensi meningkatkan harga minyak, menyebabkan meningkatkan kekhawatiran akan inflasi serta prospek suku bunga global.Menurut Alrich, investor global juga mengantisipasi arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve, Bank of Japan, dan European Central Bank pada bulan ini.Kondisi tersebut mendorong investor global di pasar saham berada dalam mode risk-off atau cenderung mengalihkan aset ke instrumen yang dinilai memiliki risiko lebih rendah. Secara teknikal, Wafi menilai masih dalam fase konsolidasi.Ia memperkirakan area support berada pada level 6.470-6.535, sedangkan resistance pada level 6.665-6.730.Menurutnya, IHSG perlu bertahan di atas level 6.535 untuk mengonfirmasi potensi tren penguatan. Sementara itu, Alrich menilai IHSG masih bertahan di atas MA5 dan histogram MACD masih berada di area positif.Namun, kenaikan volume jual menunjukkan adanya tekanan jual yang perlu diperhatikan.Ia memperkirakan IHSG akan bergerak sideways dalam kisaran 6.550–6.650. Jika menembus ke bawah level 6.550, IHSG berpotensi menguji level 6.500. Untuk perdagangan Kamis (3/9/2026), Wafi memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat.Ia menempatkan support di level 6.578 dan resistance di level 6.604. Pelaku pasar diperkirakan mencermati pergerakan harga komoditas dunia, khususnya minyak mentah yang diperkirakan melemah dalam jangka pendek, serta perkembangan konflik di Timur Tengah.Menurut Wafi, sentimen utama yang perlu diperhatikan besok adalah ketegangan di Selat Hormuz dan pergerakan harga minyak. Di sisi domestik, tindak lanjut setelah peresmian Gubernur BI juga dinilai menjadi sentimen positif.“Sentimen utama untuk Kamis (3/9/2026) tetap ketegangan Selat Hormuz dan harga minyak, plus follow up-through confirmation Gubernur BI yang genuinely positive”.Di tengah kondisi tersebut, sektor perbankan masih menjadi salah satu sektor yang direkomendasikan untuk dicermati karena investor asing masih mencatatkan pembelian pada sektor tersebut.Wafi memilih BBCA dan BMRI sebagai saham yang masih menarik untuk diperhatikan.Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan beberapa saham yang dapat dicermati untuk perdagangan jangka pendek. Antara lain saham ARCI dan BRMS.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini

Ekonomi & Bisnis

IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406

Ekonomi & Bisnis

IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini

Ekonomi & Bisnis

IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290