IHSG Melaju Kencang Naik 67,785 Poin ke Level 6.663,561

Mhd Rabbani - Kamis, 03 September 2026 12:37 WIB
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan sesi pertama Kamis (3/9/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kencang di pasar spot.Penguatan IHSG sejalan dengan sentimen positif di sejumlah pasar saham Asia.Berdasarkan data RTI pada pukul 12.00 WIB, IHSG naik 1,03% atau 67,785 poin ke level 6.663,561. Sebanyak 423 saham tercatat menguat, sementara 209 saham melemah dan 159 saham lainnya stagnan.Dengan total volume perdagangan mencapai 23,6 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 9,95 triliun. Sepuluh indeks sektoral menopang penguatan IHSG pada perdagangan sesi pertama.Tiga sektor dengan kenaikan terbesar adalah IDX-Transportasi yang menguat 2,39%, IDX-Industrials naik 2,33%, dan IDX-Energy menguat 1,88%.Saham LQ45 Top Gainers Sejumlah saham penghuni indeks LQ45 mencatatkan penguatan signifikan pada sesi pertama.Berikut tiga saham dengan kenaikan terbesar:PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) naik 7,92% menjadi Rp 3.270.PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 6,25% menjadi Rp 2.890.PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik 5,80% menjadi Rp 2.370.Top Losers Di sisi lain, sejumlah saham LQ45 masih berada di zona merah. Dua saham yang mencatat penurunan terbesar antara lain:PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) turun 2,10% menjadi Rp 700.PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun 0,33% menjadi Rp 1.530.IHSG Naik 0,53% Bertengger di Level 6.630,689 Mengekor Bursa Saham Asia Pagi IniPada perdagangan Kamis (3/9/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat mengikuti penguatan mayoritas bursa saham Asia.Berdasarkan data yang dilansir dari RTI IHSG naik 0,53% atau 34,913 poin ke level 6.630,689. Sebanyak 338 saham menguat, 185 saham melemah, dan 189 saham stagnan.Dengan total volume perdagangan mencapai 5,5 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 2 triliun.Ada sebanyak 10 indeks sektoral menopang penguatan IHSG. Tiga sektor dengan kenaikan terbesar adalah IDX-Trans yang naik 1,84%, IDX-Energy menguat 1,32%, dan IDX-Basic naik 1,20%.Di jajaran saham LQ45, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menjadi top gainer dengan kenaikan 4,04% ke level Rp 2.320 per saham.Selanjutnya, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 3,68% menjadi Rp 2.820 dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 3,29% ke Rp 11.000.Sementara itu, saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) menjadi top loser LQ45 dengan penurunan 2,80% ke Rp 695.Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun 0,68% ke Rp 7.325 dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 0,37% ke Rp 6.650.Penguatan IHSG sejalan dengan pergerakan pasar saham dan obligasi Asia yang menguat pada Kamis.Investor mencermati rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) serta komentar pejabat bank sentral untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang atau Japanese Government Bond (JGB) turun dari level tertingginya, mengikuti penurunan yield US Treasury pada perdagangan sebelumnya.Pergerakan tersebut terjadi menjelang lelang obligasi pemerintah Jepang tenor superpanjang di Tokyo.Di pasar komoditas, harga minyak bergerak turun tipis dari level tinggi di tengah ketidakpastian terkait potensi serangan militer baru dalam konflik antara AS dan Iran.Fokus utama investor kini tertuju pada laporan tenaga kerja AS atau nonfarm payrolls (NFP) yang akan dirilis Jumat (4/9/2026).Data tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Pasar juga mencermati pidato Gubernur The Fed Christopher Waller.Sebelumnya, Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams memberikan sinyal yang cenderung meredam ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan ini."Jika perang ini dapat diakhiri, hal itu tentu akan menjadi sesuatu yang sangat positif untuk membawa imbal hasil turun secara keseluruhan," kata Gavin Friend, senior markets strategist di NAB, dalam sebuah podcast.Menurut Friend, berakhirnya konflik dapat meredakan tekanan di pasar dan memungkinkan bank sentral kembali fokus pada pertimbangan kebijakan moneter normal.Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,5%, setelah pasar saham AS ditutup menguat tipis pada perdagangan Rabu (2/9/2026).Di pasar valuta asing, indeks dolar AS yang mengukur kinerja greenback terhadap sejumlah mata uang utama turun 0,05% menjadi 99,54.Euro naik tipis 0,02% menjadi US$ 1,1589. Sementara itu, yen Jepang menguat 0,07% menjadi 158,59 per dolar AS, setelah melonjak 0,9% pada perdagangan sebelumnya.Imbal hasil US Treasury juga turun dari level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.Sebelumnya, kenaikan biaya pinjaman di sejumlah negara ekonomi utama meningkatkan kekhawatiran mengenai pengetatan kebijakan moneter dan memburuknya kondisi fiskal. 

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini

Ekonomi & Bisnis

IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406

Ekonomi & Bisnis

IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini

Ekonomi & Bisnis

IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau

Ekonomi & Bisnis

IHSG Turun 1,53% dalam Sepekan, Begini Proyeksi IHSG Pekan Depan