IHSG Diperkirakan Masih Bergerak Volatil Menuju Area 6.475-6.375

Mhd Rabbani - Jumat, 11 September 2026 07:39 WIB
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (11/9/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak volatil.Tekanan sentimen global berpotensi kembali membebani pasar saham, terutama jika kenaikan harga minyak dan yield US Treasury terus berlanjut.Pada perdagangan Kamis (10/9), IHSG terkoreksi 1,33% ke level 6.589,34. Pelemahan ini sejalan dengan mayoritas bursa saham global dan regional Asia yang berada di zona merah.Menanggapi hal tersebut, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai IHSG masih memiliki bias melemah.Pergerakan indeks akan sangat dipengaruhi sentimen global, terutama perkembangan harga minyak dan pasar obligasi Amerika Serikat (AS).Konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dunia mendekati US$ 100 per barel meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.Kondisi tersebut berpotensi mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter. "Kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi sekaligus mempersempit ruang pelonggaran moneter," ujar Reza.Tekanan juga datang dari kenaikan yield US Treasury 10 tahun yang mencapai sekitar 4,84%.Kenaikan imbal hasil obligasi AS membuat aset berbasis dolar AS relatif lebih menarik dan dapat mengurangi minat investor terhadap aset berisiko, termasuk saham.Dari sisi teknikal, Reza melihat IHSG telah kembali berada di bawah level 6.600. Jika indeks belum mampu kembali menembus sekaligus bertahan di atas level tersebut, risiko koreksi lanjutan masih terbuka.Dalam skenario tersebut, IHSG berpotensi turun menuju area 6.475-6.375. Sementara itu, level 6.600 menjadi resistance terdekat, disusul 6.700.Sementara, Analis Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana juga melihat tekanan IHSG pada perdagangan sebelumnya berasal dari pelemahan sejumlah sektor, terutama energi dan keuangan.Sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar turut mengalami koreksi cukup dalam. Meski demikian, Herditya masih melihat peluang IHSG menguat pada perdagangan Jumat.Ia menempatkan level 6.576 sebagai support dan 6.616 sebagai resistance. Pergerakan IHSG selanjutnya akan ditentukan oleh kemampuan pasar menyerap tekanan dari sentimen eksternal.Investor juga akan mencermati rilis data inflasi AS atau US Consumer Price Index (CPI) Agustus 2026 pada Jumat waktu setempat.Selain data inflasi AS, pergerakan rupiah serta harga komoditas, khususnya minyak mentah dan batubara, menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan investor.Untuk perdagangan Jumat, Herditya merekomendasikan investor mencermati saham CDIA dengan kisaran harga Rp 730-Rp 760 per saham.UNTR pada Rp 27.400-Rp 27.925 per saham, serta DEWA pada Rp 496-Rp 530 per saham.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini

Ekonomi & Bisnis

IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406

Ekonomi & Bisnis

IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini

Ekonomi & Bisnis

IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau

Ekonomi & Bisnis

Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290