Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290

Mhd Rabbani - Minggu, 20 September 2026 11:52 WIB
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan ini di zona merah. Tekanan pasar saham domestik masih berlanjut di tengah sentimen global yang cenderung mengarah pada penghindaran risiko serta sejumlah faktor domestik yang membayangi pergerakan indeks.Pada penutupan perdagangan Jumat (18/9/2026), IHSG melemah 0,33% ke level 6.441,16. Secara mingguan, IHSG terkoreksi 1,42%.Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan, pergerakan IHSG sepanjang pekan ini cenderung volatil dan masih berada dalam fase koreksi.“Tekanan terutama berasal dari meningkatnya risk-off sentiment di pasar global, penguatan dolar AS, pelemahan rupiah,":Serta kekhawatiran terhadap prospek suku bunga global dan perkembangan geopolitik yang turut memengaruhi harga komoditas, khususnya minyak,” ujar Nafan.Meski demikian, IHSG sempat memperoleh dorongan dari technical rebound setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi perdagangan.Akumulasi selektif pada sejumlah saham berkapitalisasi besar serta kembali masuknya sebagian dana asing pada perdagangan tertentu turut menjadi katalis positif.Namun, penguatan tersebut belum menunjukkan pembalikan tren secara penuh. Investor masih cenderung melakukan profit taking ketika IHSG mendekati area resistance.Dari eksternal, Nafan menilai arah kebijakan moneter The Fed, pergerakan yield US Treasury, dolar AS, serta perkembangan geopolitik menjadi sentimen yang paling memengaruhi pasar.Perkembangan geopolitik juga berdampak terhadap harga minyak dan ekspektasi inflasi.Kenaikan harga minyak yang sebelumnya menembus US$100 per barel meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global dan membuat investor tetap berhati-hati terhadap aset berisiko.Sementara dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada pelemahan rupiah serta arus dana asing yang secara kumulatif masih cenderung keluar dari pasar saham Indonesia.“Selain itu, implementasi kembali transaksi short selling dan agenda rebalancing indeks FTSE juga menjadi faktor yang meningkatkan volatilitas pada saham-saham tertentu,” jelas Nafan.Menurutnya, kombinasi sentimen global dan domestik tersebut membuat investor masih perlu menerapkan strategi selektif.Stabilitas rupiah, aliran modal asing, perkembangan harga minyak, serta arah kebijakan moneter global dan domestik menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati pada pekan depan.Untuk perdagangan Senin (21/9/2026), Nafan memproyeksikan IHSG memiliki level support di 6.371 dan 6.290. Sementara itu, level resistance berada di 6.566 dan 6.636.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

OJK Buka Suara soal Reformasi Bursa, dari Aturan Free Float hingga Denda Rp 2,1 Triliun

Ekonomi & Bisnis

IHSG Melejit 5,65% ke 5.278, Saham Bank Jadi Penopang, Investor Masih Waspada

Ekonomi & Bisnis

BEI Keluarkan 80 Saham dari IHSG, Bobotnya Capai 18% Indeks

Ekonomi & Bisnis

IHSG Anjlok 2,20 Persen ke 5.812, Rupiah Tertekan, Investor Asing Jual Saham Rp 182,94 Miliar

Ekonomi & Bisnis

IHSG Dibuka Melemah ke 5.914, Konflik Timur Tengah dan Inflasi Global Jadi Beban

Ekonomi & Bisnis

IHSG Dibuka Naik ke 6.139, Ada Suntikan Stimulus Rp 31 Triliun