Topikseru.com, Jakarta - Siapa yang tidak mengenala Kawasan Petisah Nibung di Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Bruto, Kota Medan, menjadi salah satu lokasi kuliner malam yang ramai dikunjungi masyarakat.Angkringan Medan Petisah kini menjadi pilihan favorit bagi warga yang ingin menikmati makanan murah, suasana santai, dan tempat nongkrong yang nyaman hingga larut malam.Tidak hanya menjadi tempat makan, angkringan kini telah berkembang menjadi lokasi berkumpul yang nyaman bagi anak muda, pekerja kantoran, mahasiswa, hingga keluarga yang ingin menikmati malam di Kota Medan.Setiap malam, terutama saat akhir pekan, kawasan ini ramai dikunjungi warga yang ingin bersantai sambil menikmati berbagai hidangan khas angkringan.Angkringan Malam Medan Semakin PopulerTren kuliner malam di Kota Medan terus berkembang. Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak mengunjungi kafe atau restoran, kini angkringan menjadi alternatif yang tidak kalah menarik.Konsep sederhana dengan tempat duduk lesehan maupun kursi santai justru memberikan suasana yang lebih akrab dan nyaman.Di kawasan Petisah Nibung Gatsu Bruto, sejumlah angkringan menawarkan berbagai menu khas yang menggugah selera.Pengunjung dapat memilih sendiri makanan yang diinginkan sebelum menikmatinya bersama teman maupun keluarga.Harga yang relatif murah menjadi salah satu alasan utama mengapa angkringan malam Medan Petisah Nibung Gatsu Bruto semakin diminati masyarakat.Dengan uang belasan ribu rupiah, pengunjung sudah dapat menikmati makanan dan minuman yang cukup mengenyangkan.Beragam Menu Favorit PengunjungSalah satu daya tarik utama angkringan adalah variasi menu yang ditawarkan. Meski mengusung konsep sederhana, pilihan makanan yang tersedia cukup lengkap dan mampu memenuhi selera berbagai kalangan.Beberapa menu yang paling banyak diminati pengunjung antara lain:Nasi kucing berbagai varianSate ususSate telur puyuhSate kulit ayamSosis bakarBakso bakarAneka gorenganMie rebusNasi bakarKopi hitamTeh manis hangatWedang jaheMinuman dingin berbagai rasaSelain menu tradisional, beberapa pelaku usaha juga mulai menghadirkan inovasi makanan modern untuk menarik minat pengunjung muda yang gemar mencoba kuliner baru.Suasana Santai Jadi Daya TarikTidak sedikit pengunjung yang datang ke angkringan bukan hanya untuk makan, tetapi juga untuk menikmati suasana santai yang sulit ditemukan di tempat lain.Lampu-lampu sederhana yang menghiasi area angkringan memberikan nuansa hangat dan nyaman. Ditambah lagi dengan suasana malam Kota Medan yang ramai namun tetap terasa santai, membuat banyak orang betah berlama-lama.Bagi pekerja yang baru pulang dari kantor, angkringan menjadi tempat yang cocok untuk melepas penat setelah menjalani aktivitas sepanjang hari. Sementara bagi mahasiswa dan anak muda, lokasi ini menjadi tempat favorit untuk berkumpul dan berdiskusi.Ramai Dikunjungi Saat Akhir PekanBerdasarkan pantauan di kawasan Petisah Nibung Gatsu Bruto, jumlah pengunjung biasanya meningkat pada malam Jumat, Sabtu, dan Minggu. Banyak warga dari berbagai wilayah di Kota Medan sengaja datang untuk menikmati suasana kuliner malam yang berbeda.Kepadatan pengunjung bahkan sering terlihat sejak pukul 19.00 WIB hingga tengah malam. Sebagian besar pengunjung datang secara berkelompok bersama teman, pasangan, maupun keluarga.Tingginya minat masyarakat terhadap kuliner malam menunjukkan bahwa angkringan telah menjadi bagian dari gaya hidup warga perkotaan. Selain murah dan nyaman, angkringan juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bersosialisasi secara langsung.Mendorong Pertumbuhan UMKM KulinerKehadiran angkringan malam di Medan tidak hanya memberikan manfaat bagi pengunjung, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).Banyak pedagang yang mengaku memperoleh pendapatan cukup baik dari usaha kuliner malam ini. Modal yang relatif terjangkau serta tingginya jumlah pengunjung membuat bisnis angkringan menjadi salah satu usaha yang menjanjikan.Selain itu, keberadaan angkringan juga turut membantu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Mulai dari pemasok bahan makanan, juru masak, hingga pelayan, semuanya memperoleh manfaat dari berkembangnya usaha kuliner malam tersebut.Harga Terjangkau untuk Semua KalanganSalah satu keunggulan yang membuat angkringan tetap eksis adalah harga makanan dan minuman yang ramah di kantong.Sebagian besar menu dijual dengan harga mulai dari Rp2.000 hingga Rp20.000 per porsi. Dengan biaya yang relatif murah, pengunjung sudah dapat menikmati berbagai pilihan makanan sambil bersantai bersama teman-teman.Harga yang terjangkau ini membuat angkringan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga keluarga.Destinasi Kuliner Malam yang Layak DikunjungiBagi masyarakat yang sedang mencari tempat nongkrong murah dan nyaman di Kota Medan, kawasan angkringan malam Medan Petisah Nibung Gatsu Bruto bisa menjadi pilihan menarik.Selain menawarkan berbagai makanan lezat, lokasi ini juga menghadirkan suasana yang hangat dan akrab. Tidak heran jika setiap malam kawasan tersebut selalu dipenuhi pengunjung yang ingin menikmati waktu santai setelah menjalani aktivitas sehari-hari.Dengan semakin berkembangnya bisnis kuliner malam di Kota Medan, angkringan diperkirakan akan terus menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat.Kombinasi antara harga terjangkau, pilihan menu yang beragam, serta suasana yang nyaman menjadikan angkringan sebagai bagian penting dari budaya kuliner malam di ibu kota Provinsi Sumatera Utara tersebut.Bagi Anda yang belum pernah berkunjung, menikmati malam di angkringan kawasan Petisah Nibung Gatsu Bruto bisa menjadi pengalaman kuliner yang menarik. Sembari menikmati hidangan sederhana yang lezat, pengunjung juga dapat merasakan kehangatan suasana kebersamaan yang menjadi ciri khas angkringan di Indonesia.PUD Pasar Kota Medan Bidik Pasar Petisah Jadi Ikon Kuliner Kota MedanPerusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan akan melakukan pengembangan pasar yang ada di Kota Medan. Dalam waktu dekat, program tersebut menyasar Pasar Petisah yang akan dijadikan pusat sentral usaha mikro kecil menengah (UMKM).“Pasar Petisah akan menjadi ikon kuliner Kota Medan, tempat nongkrongnya anak muda dan warga Kota Medan serta sebagai salah satu objek wisata bidang kuliner. Direncanakan kita namakan Blok Petisah,” ucap Direktur Utama (Dirut) PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan di ruangannya.Anggia menyatakan, program tersebut insya Allah berjalan secepatnya sebab sudah ada pihak yang akan berinvestasi dan ditargetkan pembangunannya selesai pada bulan suci Ramadhan 2027. “Pak walikota ingin saat Ramadhan sudah beroperasi.Dengan demikian, diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat secara luas termasuk bagi para pelaku UMKM di Pasar Petisah itu sendiri,” ujarnya.Terkait persiapan, Anggia memastikan sudah berjalan on the track. Bahkan pekan depan insya Allah sudah melakukan perjanjian kerja sama (PKS) dengan pihak pengembang.“Target kita, akhir bulan ini atau paling lama awal bulan sudah mulai proses pembangunan. Sosialisasi sudah kami lakukan ke pedagang, termasuk soal izin yang sedang berproses di Pemerintah Kota (Pemko) Medan hingga nilai sewanya sudah kita hitung dengan konsultan,” tuturnya.Disinggung soal lokasi, Anggia menyebut Blok Petisah dipusatkan di pelataran parkir dan lantai dua Pasar Petisah. Tempat yang saat ini kosong akan “disulap” menjadi lokasi UMKM.Sedangkan pedagang pakaian dan lainnya yang sudah lebih dulu berjualan, tetap bisa menjalankan usahanya seperti biasa. Dari konsep itu, semoga bisa berdampak dengan pedagang lain.Anggia menuturkan, sedikitnya lokasi itu akan diisi 100 tenant dan yang membuatnya menjadi lebih menarik semua produk UMKM itu khas Kota Medan. “Kami tidak akan membawa brand-brand luar, melainkan fokus terhadap brand-brand Kota Medan,” tegasnya.Konsep pembayarannya, sambung Anggia, tetap hybrid. Bisa Qris bisa kontan juga. Saat ini, PUD Pasar sedang berkoordinasi dengan pihak perbankan, khususnya bank daerah.Dengan demikian, Pasar Petisah ini akan menjadi smart market. “Kita akan dorong berkolaborasi dengan Bank Indonesia untuk menciptakan pasar pintar. Di situ nanti akan ada kegiatan-kegiatan edukasi dan lainnya,” sebut Anggia.Dia memberikan contoh salah satu mal di Medan yang nyaris redup. Namun karena berkolaborasi dengan usaha kuliner, kembali ramai dikunjungi orang.Kalau kita lihat, mal-mal ini hidup bukan karena ada pakaiannya. Kalau berharap jual pakaian, jual sepatu, tak akan ramai. Karena ada , food and beverage (FB) nya, maka mal itu tiap weekend, sore-sore menjadi lebih ramai.“Target ikon kuliner baru Kota Medan ini masyarakat menengah Kota Medan. Produk UMKM ini bisa dipastikan harga makanannya bersahabat. Apalagi orientasi pihak investor bukan profit-oriented melainkan social entrepreneur karena fokus pengembangan di UMKM,” jabarnya. Mungkin nama lokasinya ini kita buat nanti Blok Petisah,” serunya.Digitalisasi kontribusiDi kesempatan itu, Anggia menyebut bahwa tahun ini 10 pasar di Kota Medan akan terhubung dengan digitalisasi kontribusi. Saat ini sedang proses Memorandum of Understanding (MOU) dengan beberapa bank. Dengan sistem ini kontribusi ke PUD Pasar akan cashless.Ke-10 pasar itu, katanya, akan ditentukan bersama mitra. Namun yang pasti pasar yang dinilai potensial, seperti Pasar Petisah. “Saat ini Pasar Petisah sedang on progress. Mungkin pasar-pasar besar lain menyusul,” terangnya.Dengan sistem ini, sebut Anggia, kontribusi harian, bulanan, perpanjangan izin dan sebagainya diupayakan cashless dan itu mendapat apresiasi dari pedagang Pasar Petisah sebab dianggap lebih transparan.Pedagang membayar sesuai kuitansi dan kutipannya langsung masuk ke rekening PUD Pasar secara real-time. “Kita sudah bangun dashboard-nya. Di situ bisa dilihat nama siapa yang sudah membayar. Selama ini tidak seperti itu,” pungkasnya.