Bro Ron PSI Jadi Korban Pengeroyokan Saat Mediasi Gaji di Menteng

Muchlis - Selasa, 05 Mei 2026 15:35 WIB
Bro Ron
Topikseru.com, Jakarta - Niat menjadi penengah dalam konflik ketenagakerjaan justru berujung petaka bagi Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Ronald Aristone Sinaga atau yang karib sebagai “Bro Ron”. Ia menjadi korban dugaan pengeroyokan saat mendampingi karyawan PT SKS di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).Insiden terjadi ketika Bro Ron hadir untuk membantu mediasi antara sekitar 15 karyawan dengan pihak firma hukum Michael Putra & Partners (MPP), terkait tuntutan pembayaran gaji dan dana operasional perusahaan.Kronologi: Dari Mediasi Berujung KekerasanMenurut keterangan Waketum PSI ini, ia datang sekitar pukul 16.00 WIB untuk memberikan dukungan hukum. Situasi mulai memanas menjelang pukul 18.00 WIB ketika aksi karyawan berlangsung di depan kantor MPP.Tiga OTK yang diduga bagian dari pengamanan kantor meminta massa untuk membubarkan diri. Permintaan tersebut memicu adu mulut.Aparat dari Polsek Menteng dan unsur TNI sempat menenangkan situasi dan mengawal ketiga orang tersebut keluar dari lokasi.Namun, sekitar 15 menit kemudian, ketiganya kembali ke lantai 4 gedung dan kembali memicu ketegangan."Cekcok hanya sekitar 10 detik, lalu terjadi pemukulan seperti di video," ujar Bro Ron.Korban Alami Luka di Wajah dan KepalaAkibat kejadian tersebut, Bro Ron mengalami: Luka robek di bagian mata kanan Memar di bagian belakang kepalaIa kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Metro Menteng.Polisi Amankan Dua Terduga PelakuKabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, membenarkan adanya dugaan tindak pidana pengeroyokan."Korban mengalami luka robek di mata kanan dan memar di bagian belakang kepala," ujarnya.Polisi telah mengamankan dua terduga pelaku berinisial MRB dan RO untuk pemeriksaan lebih lanjut.Polisi juga telah mengumpulkan sejumlah barang bukti, di antaranya: Rekaman video kejadian Hasil visum korban Pakaian korbanPenyidik saat ini masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut.Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan yang terjadi dalam konteks sengketa ketenagakerjaan.Kasus ini memperlihatkan bahwa konflik terkait hak pekerja dapat dengan cepat berubah menjadi kekerasan jika tidak dikelola secara profesional.Kehadiran pihak ketiga sebagai mediator seharusnya menjadi solusi, bukan justru memicu eskalasi. Peran aparat keamanan dan mekanisme penyelesaian sengketa yang lebih terstruktur menjadi krusial untuk mencegah kejadian serupa.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Championship 2026/2027 Dimulai 11 September, PSIS vs PSPS Jadi Laga Pembuka

Berita

Ganjar Pranowo Respons Kaesang Maju DPR dari Jateng V: Semua Warga Punya Hak, PDIP Tetap Yakin Kandang Banteng

Berita

4 Pelaku Pengeroyokan Jaka Jannes Malau di Pematangsiantar Serahkan Diri, Total 6 Tersangka Ditahan

Berita

Kakak Korban Pengeroyokan Jaka Malau Memohon Keadilan ke Prabowo, Ini Isi Keluhannya

Berita

Polisi Ungkap Kronologi Tewasnya Jaka Malau di Siantar, Bermula dari Sengketa Tato hingga Pengeroyokan

Berita

Keluarga Korban Jaka Jannes Malau Berdamai dengan Dua Tersangka, Polisi Pastikan Proses Hukum Tetap Berjalan