Kompolnas Nilai Keputusan Menonaktifkan Kapolres Belawan Sudah Tepat

Muchlis - Rabu, 07 Mei 2025 06:05 WIB
Kompolnas

Topikseru.com, MEDAN - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam menilai tindakan Polda Sumut menonaktifkan Kapolres Belawan AKBP Oloan Siahaan dari jabatan terkait penembakan seorang remaja berinisial MS hingga tewas, sebagai langkah positif.

"Menurut saya, ini langkah positif sebagai catatan karena untuk menjamin bahwa semua proses yang kami lakukan tidak ada pengaruh dari kapolres," ujar Anggota Kompolnas Choirul Anam di Medan, Selasa (6/5).

Anam menilai penonaktifan Kapolres Belawan sebagai langkah untuk menjamin akuntabilitas dan transparansi.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan pihak Polda Sumatera Utara patut menjadi panutan untuk semua polda atau polres yang lain.

Termasuk, kata Anam, ketika Kompolnas datang, Polda Sumatera Utara sangat terbuka, yang dinilai sebagai langkah positif jaminan proses tersebut dalam menunjukkan akuntabilitas dan transparansi institusi.

Choirul Anam mengatakan pihaknya masih melakukan penelitian secara detail terkait penembakan yang dilakukan Kapolres Belawan tersebut, sehingga dapat diketahui persoalan sebenarnya.

"Kalau ada ancaman misalnya, itu tindakan seperti apa, Tindakan terukur apa tidak? Kalau terukur bagaimana akuntabilitas pertanggungjawaban terkait pelaporan penggunaan senjata dan lainnya? Itu yang kami dalami," ujar Anam.

Sebelumnya, Kepala Polda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengatakan kronologi tindakan penembakan yang menyebabkan terduga pelaku tawuran remaja berinisial MS, berawal dari tawuran antarkampung di kawasan Kecamatan Medan Labuhan, Medan, hingga sampai tol pada Minggu (4/5) dini hari.

"Ketika itu Kapolres melintasi tol, terjadi pelemparan terhadap beberapa kendaraan yang melintasi di tempat tersebut," kata Irjen Whisnu.

Dia mengatakan, kemudian Kapolres Pelabuhan Belawan tersebut turun di lokasi untuk melerai tindakan tawuran itu, tetapi masyarakat itu melakukan perlawanan.

"Sehingga, Kapolres melakukan diskresi menembak kerumunan masyarakat yang mencoba mengganggu sekitar tol, ada korban. Kami turut berduka cita karena ada yang meninggal tadi pagi di rumah sakit," ujar Kapolda Sumut.

Kemudian dilakukan penyisiran oleh Polres Pelabuhan Belawan yang dapat mengamankan kelompok yang diduga melakukan penghadangan dan tawuran sebanyak 20 orang.

"Dari 20 orang tersebut, ada 14 orang positif narkoba jenis ganja," ujarnya.

Dia menyebut sebanyak dua orang yang tertembak remaja berinisial MS yang meninggal dunia, dan satu orang berinisial B masih dilakukan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter

Hukum & Kriminal

Polrestabes Medan Buru Pemasok Vape Narkoba Jaringan DJ Kamboja

Hukum & Kriminal

PUD Pasar Kota Medan Bidik Pasar Petisah Jadi Ikon Kuliner Kota Medan

Hukum & Kriminal

PSMS Medan Menggila di Kandang, Persiku Kudus Dihantam 6-0

Hukum & Kriminal

PSMS Medan vs Persiku Kudus: Tiga Poin Jadi Target di Kandang Perdana

Hukum & Kriminal

Super Air Jet Buka Rute Kualanamu–Bandung, Akses Konektivitas Terusan ke Bali Makin Mudah