Iran Izinkan Kapal Tanker Malaysia Melintas Selat Hormuz, Kapal Indonesia Masih Tertahan

Muchlis - Sabtu, 28 Maret 2026 23:32 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi merespons klaim Donald Trump soal Selat Hormuz
Topikseru.com, Jakarta - Pemerintah Iran memberikan izin kepada kapal tanker minyak Malaysia untuk melintasi Selat Hormuz di tengah ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah.Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan pihaknya tengah memproses kepulangan kapal tanker beserta awaknya setelah mendapat persetujuan dari otoritas Iran."Kini kami sedang dalam proses melepaskan kapal tanker minyak Malaysia beserta para pekerjanya agar mereka dapat meneruskan perjalanan pulang," ujar Anwar dalam pidato resmi yang disiarkan televisi nasional, Kamis, 26 Maret 2026.Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas dukungan tersebut.[irp posts="37669" ]Jalur Energi Global dalam TekananSelat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan energi dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global melintasi wilayah ini.Namun, konflik di kawasan membuat arus pelayaran terganggu. Data menunjukkan hanya sekitar 99 kapal yang melintas sepanjang bulan ini, jauh menurun dibandingkan rata-rata normal sekitar 138 kapal per hari sebelum konflik.Pemerintah Malaysia mengakui gangguan di jalur ini berpotensi berdampak terhadap pasokan energi nasional. Meski demikian, Anwar menyebut Malaysia masih relatif stabil berkat kemampuan perusahaan energi nasional Petronas dalam mengelola pasokan.Kapal Thailand Juga Dapat Jalur AmanSelain Malaysia, kapal tanker milik Thailand juga dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman setelah melalui koordinasi diplomatik.Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow menyebut pelayaran tersebut terjadi usai komunikasi langsung dengan otoritas Iran.Langkah ini dilakukan setelah sebelumnya kapal berbendera Thailand, Mayuree Naree, sempat diserang proyektil di kawasan tersebut.[irp posts="36620" ]Iran Selektif Izinkan Kapal MelintasMenteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup, namun aksesnya dibatasi.Menurut dia, hanya kapal dari negara-negara yang dianggap “bersahabat” atau telah berkoordinasi yang diizinkan melintas dengan pengawalan militer.Negara-negara seperti China, Rusia, Pakistan, India, dan Irak disebut telah memperoleh akses tersebut.Sebaliknya, Iran tidak memberikan izin bagi kapal yang terkait dengan negara yang dianggap musuh, termasuk Amerika Serikat dan Israel."Kami berada dalam kondisi perang. Tidak ada alasan untuk mengizinkan kapal milik musuh melintas," ujar Araghchi.Kapal Indonesia Masih Menunggu IzinDi sisi lain, dua kapal tanker milik Indonesia hingga kini masih tertahan di kawasan Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.Kedua kapal tersebut adalah PIS VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro yang dioperasikan oleh Pertamina International Shipping.Pihak perusahaan menyatakan keselamatan kru dan kargo menjadi prioritas utama."Pertamina Group mengoperasikan 345 kapal sehingga kondisi ini dipastikan tidak mengganggu pasokan energi dalam negeri," ujar perwakilan perusahaan.[irp posts="37582" ]Pemerintah RI Lakukan Diplomasi IntensifKementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan telah melakukan komunikasi intensif dengan otoritas Iran untuk memastikan keselamatan kapal nasional.Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan pihak Iran telah memberikan respons positif terhadap permintaan Indonesia.Meski demikian, pemerintah belum dapat memastikan kapan kedua kapal tersebut dapat melanjutkan perjalanan.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Gavin Lee Akui Indonesia Terlalu Kuat, Singapura Menyesal Tampil Tak Percaya Diri

Internasional

Kartu Merah Ubah Laga, Indonesia Tekuk Singapura 2-0 di FIFA ASEAN Cup 2026

Internasional

KPPU Bersinergi dengan Manajemen Grab Indonesia Dalam Program Kepatuhan Persaingan Usaha

Internasional

John Herdman Waspadai Singapura, Ini yang Jadi Perhatian Timnas Indonesia

Internasional

Herdman Bidik Trofi FIFA ASEAN Cup 2026, Tapi Timnas Indonesia Diminta Fokus Satu Laga

Internasional

Trump Sebut Iran Tolak Tawaran AS, Kesepakatan Disebut Baru Terbuka Setelah Pemilu