Topikseru.com - Amerika Serikat (AS) dilaporkan menghentikan rangkaian serangan terhadap Iran sebagai bagian dari upaya membuka ruang bagi proses diplomasi yang sedang berlangsung. Langkah tersebut disebut bertujuan menghindari terganggunya dialog langsung yang melibatkan Teheran dan Oman mengenai stabilitas kawasan, khususnya keamanan pelayaran di Selat Hormuz.Laporan CBS yang mengutip sejumlah pejabat regional menyebutkan penghentian operasi militer dilakukan di tengah berlangsungnya komunikasi diplomatik antara kedua negara. Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari Washington maupun Teheran yang mengonfirmasi rincian kebijakan tersebut.Iran dan Oman Bahas Keamanan Selat HormuzBeberapa hari sebelumnya, tepatnya pada 24–25 Juli, delegasi Iran dan Oman menggelar serangkaian pertemuan di Teheran pada tingkat wakil menteri luar negeri.Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan pembahasan difokuskan pada penyusunan prinsip-prinsip umum serta mekanisme teknis untuk menjamin keselamatan navigasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi distribusi energi dunia.Dalam keterangannya, pemerintah Iran menyebut dialog menghasilkan perkembangan positif terkait pembahasan mekanisme navigasi yang aman. Meski demikian, kondisi keamanan di kawasan Selat Hormuz disebut belum mengalami perubahan signifikan.Trump Disebut Menghentikan Serangan Setelah 13 HariDi sisi lain, laporan Axios mengungkap bahwa militer AS masih menyiapkan berbagai skenario apabila situasi kembali memburuk.Mengutip sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan internal, media tersebut menyebut Presiden Donald Trump hingga kini belum memberikan lampu hijau untuk melanjutkan operasi militer berskala besar terhadap Iran.Sumber yang sama menyebut Trump memerintahkan penghentian serangan lanjutan pada 24 Juli, sekaligus mengakhiri operasi militer yang berlangsung selama 13 hari berturut-turut.Keputusan tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa Washington saat ini lebih mengedepankan peluang penyelesaian melalui jalur diplomatik, meski opsi militer tetap dipertahankan sebagai langkah antisipasi apabila negosiasi tidak membuahkan hasil.Selat Hormuz Kembali Menjadi Sorotan DuniaPerkembangan terbaru ini kembali menempatkan Selat Hormuz sebagai pusat perhatian komunitas internasional. Jalur laut tersebut memiliki peran vital dalam perdagangan minyak dan gas global karena menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan pasar internasional.Setiap peningkatan ketegangan di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas rantai pasok energi, pergerakan harga minyak dunia, hingga kondisi ekonomi global.Meski pembicaraan antara Iran dan Oman menunjukkan adanya kemajuan, berbagai pihak masih mencermati perkembangan situasi mengingat kawasan Timur Tengah tetap menjadi salah satu titik geopolitik paling sensitif di dunia.