Banjir Bandang Nepal Tewaskan 623 Orang, 638 Masih Hilang

Muchlis - Sabtu, 29 Agustus 2026 18:09 WIB
banjir bandang Nepal
Topikseru.com - Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Nepal terus menelan korban. Hingga Sabtu (29/8/2026), jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 623 orang, sementara ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.Besarnya jumlah korban membuat proses pencarian dan evakuasi terus dilakukan di sejumlah wilayah terdampak. Tim penyelamat bahkan masih menemukan jenazah yang terbawa arus sungai setelah sejumlah sungai utama meluap.Kepolisian Nepal mencatat telah menemukan 616 jenazah. Dari jumlah tersebut, 233 jenazah ditemukan di Chitwan, sedangkan 158 lainnya berada di Nawalparasi Timur.Kedua wilayah tersebut menjadi salah satu lokasi yang mengalami dampak paling parah akibat bencana.Sungai dari Himalaya Meluap, Jasad Korban Ditemukan hingga Dekat IndiaBanjir bandang Nepal tidak hanya berdampak pada kawasan permukiman. Meluapnya Sungai Bhotekoshi dan Trishuli, yang berhulu di kawasan Himalaya, turut memperluas wilayah pencarian korban.Sejumlah jenazah ditemukan di Gorkha, Dhading, dan Nuwakot setelah kedua sungai tersebut meluap.Dahsyatnya arus bahkan menyebabkan jasad korban terbawa hingga wilayah yang berada di dekat perbatasan Nepal dengan India.Kondisi tersebut membuat operasi pencarian harus dilakukan di area yang lebih luas. Tim penyelamat terus menyisir wilayah terdampak untuk mencari korban yang masih belum ditemukan.638 Orang Masih Hilang, 511 di Antaranya Warga AsingDi tengah meningkatnya jumlah korban meninggal, pencarian terhadap korban hilang masih menjadi prioritas.Sedikitnya 638 orang masih dinyatakan hilang di Nepal. Dari angka tersebut, sebanyak 511 orang merupakan warga negara asing.Data tersebut menunjukkan bahwa bencana tidak hanya berdampak terhadap penduduk Nepal, tetapi juga warga asing yang berada di wilayah terdampak ketika banjir dan longsor terjadi.Sementara itu, di wilayah China, otoritas melaporkan tujuh orang meninggal dunia dan 554 orang masih hilang.2.301 Orang Berhasil DiselamatkanDi tengah tingginya korban jiwa, upaya penyelamatan masih terus dilakukan.Otoritas Nepal melaporkan sebanyak 2.301 orang telah berhasil diselamatkan atau memperoleh perawatan akibat mengalami luka-luka.Sebagian besar korban selamat ditemukan di distrik Nuwakot dan Rasuwa, dua wilayah yang ikut terdampak bencana.Operasi kemanusiaan kini berjalan bersamaan dengan pencarian korban, evakuasi warga, serta penanganan terhadap mereka yang mengalami luka.Ribuan Personel DikerahkanBesarnya skala bencana membuat pemerintah Nepal mengerahkan ribuan personel untuk menangani kondisi di lapangan.Data kepolisian mencatat 4.811 personel telah diterjunkan ke berbagai wilayah terdampak.Mereka bertugas dalam berbagai kegiatan, mulai dari pencarian korban, evakuasi, hingga proses pemulihan pascabencana.Di sisi lain, sebanyak 27 petugas kepolisian Nepal masih belum dapat dihubungi.Dengan masih adanya ratusan orang yang hilang, operasi pencarian diperkirakan masih akan terus berlangsung.Tim penyelamat kini menghadapi tantangan untuk menemukan korban di tengah wilayah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor serta arus sungai yang sebelumnya meluap.Meningkatnya jumlah korban meninggal menjadi 623 orang sekaligus menunjukkan besarnya dampak bencana yang melanda Nepal. Fokus pemerintah dan tim penyelamat kini tertuju pada pencarian ratusan korban yang masih hilang dan pemulihan wilayah terdampak.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Banjir Nepal-China Telan 633 Nyawa, 320 Warga India Masih Hilang

Internasional

Tragedi Sungai Kemaceak Meluap, 8 Pelajar SMAN 1 Lebong Hanyut, 3 Meninggal Dunia

Internasional

Bobby Nasution Perintahkan Percepatan Cekdam Sungai Tukka, Antisipasi Banjir Bandang Susulan di Tapteng

Internasional

BMKG: Sebagian Besar Wilayah Sumut Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang pada 14 Maret

Internasional

3 Bulan Pascabanjir Bandang Aceh 2025, Banyak Sekolah Rusak dan Sulit Direnovasi

Internasional

Viral Kisah Nur Ali, Guru di Tapsel yang Ikhlas Hibahkan Tanah Demi Pendidikan Anak Bangsa