Studi Terbaru: Diet 8 Jam Sehari Efektif Turunkan Berat Badan hingga Setahun

Muchlis - Selasa, 05 Mei 2026 06:31 WIB
diet 8 jam sehari
Topikseru.com - Penelitian terbaru mengungkap bahwa membatasi waktu makan atau diet 8 jam per hari dapat menjadi strategi efektif untuk menurunkan sekaligus menjaga berat badan dalam jangka panjang.Temuan ini dipresentasikan dalam ajang European Congress on Obesity yang digelar di Malaga, Spanyol.Kunci Utama: Puasa 16 Jam Setiap HariPeneliti utama, Alba Camacho-Cardenosa dari University of Granada, menjelaskan bahwa keberhasilan metode ini tidak bergantung pada jam makan, melainkan pada durasi puasa."Pembatasan waktu makan menjadi delapan jam per hari selama tiga bulan dapat menghasilkan penurunan berat badan yang signifikan hingga setidaknya satu tahun," ujarnya.Metode ini dikenal luas sebagai intermittent fasting 16:8, di mana seseorang berpuasa selama 16 jam dan makan dalam jendela waktu 8 jam.Hasil Studi: Turun 3 - 4 Kg, Lebih StabilPenelitian melibatkan 99 partisipan dengan kelebihan berat badan hingga obesitas yang diamati selama 12 bulan.Peserta dibagi dalam empat kelompok: Makan lebih dari 12 jam per hari Makan 8 jam (mulai sebelum pukul 10.00) Makan 8 jam (mulai setelah pukul 13.00) Makan 8 jam dengan waktu fleksibelSeluruh peserta juga mengikuti pola makan sehat ala diet Mediterania.Hasilnya: Kelompok makan >12 jam: turun rata-rata 1,4 kg Kelompok makan terbatas: turun 3–4 kg Lingkar pinggang & pinggul ikut menyusut Penurunan berat badan bertahan hingga 1 tahunBahkan, setelah 12 bulan: Kelompok bebas makan justru naik 0,4 kg Kelompok terbatas masih turun sekitar 2 kgTingkat Kepatuhan TinggiSekitar 85%–88% peserta mengaku mampu menjalani pola makan ini secara konsisten.Koordinator studi, Jonatan Ruiz, menyebut metode ini lebih praktis dari diet konvensional."Metode ini tidak terlalu melelahkan karena tidak perlu menghitung kalori harian," ujarnya.Masih Perlu Kajian LanjutanMeski hasilnya menjanjikan, penelitian ini masih belum melalui proses peer review.Peneliti dari University of Cambridge Metabolic Research Laboratories, Maria Chondronikola, menilai perlu studi lanjutan.Beberapa faktor yang masih perlu penelitian: Konsistensi pola makan Asupan kalori harian Dampak terhadap metabolisme tubuhMetode pembatasan waktu makan menawarkan pendekatan yang lebih sederhana dibanding diet ketat berbasis kalori.Namun, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada: Konsistensi Kualitas makanan Gaya hidup sehat secara menyeluruhDengan kata lain, pola ini bisa menjadi alternatif, tetapi bukan solusi instan.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Gaya Hidup

BGN Tutup Permanen Dapur SPPG Karo usai Keracunan 353 Siswa, Ini Alasannya

Gaya Hidup

Dirujuk ke RSCM Jakarta, Dua Korban Keracunan MBG Karo Diberangkatkan Bobby Nasution

Gaya Hidup

LBH Medan Desak MBG Dihentikan: Puluhan Ribu Anak Keracunan, Korban Alami Hilang Ingatan

Gaya Hidup

Korupsi Makan Bergizi Gratis: Kejagung Sita Rp 8,4 M, Dolar Tertimbun di Pikap

Gaya Hidup

566 Santri Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo, Kini Tinggal 34 yang Dirawat

Gaya Hidup

Ratusan Santri Keracunan Usai Santap MBG, SPPG di Sidoarjo Kena Suspend 30 Hari