Topikseru.com, Medan - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Terbaru, lapas tersebut menebar 11.000 benih ikan lele dan berhasil memanen 100 kilogram jagung dari area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).Kegiatan ini melibatkan langsung petugas serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mengikuti program keterampilan berbasis pertanian dan perikanan.Fokus Pembinaan: Produktif dan BerkelanjutanBudidaya lele dan pertanian jagung menjadi bagian dari strategi pembinaan untuk memberikan keterampilan praktis bagi para WBP.Sebanyak 11 ribu benih lele mereka tebar di kolam budidaya yang ada. Sementara itu, hasil panen jagung mencapai 100 kilogram, menjadi indikator keberhasilan program yang dijalankan secara berkelanjutan.Kepala Lapas Kelas I Medan menyebut kegiatan ini selaras dengan tema Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, yakni: "Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima.”Bekal Kemandirian untuk Reintegrasi SosialMenurut pihak lapas, program ini tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga pembentukan karakter.Nilai yang ditanamkan meliputi: Kedisiplinan Tanggung jawab Etos kerja Kemandirian ekonomi"Kami ingin membekali WBP dengan keterampilan yang bisa bermanfaat setelah kembali ke masyarakat," ujar Kepala Lapas, Senin (4/5/2026).Peluang Usaha bagi Warga BinaanProgram pembinaan ini harapannya mampu membuka peluang usaha baru bagi para WBP setelah menyelesaikan masa pidana.Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya: Mengurangi risiko residivisme Mendorong kemandirian ekonomi Mempercepat proses reintegrasi sosialKomitmen Pembinaan BerkelanjutanMelalui momentum HBP ke-62, Lapas Kelas I Medan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang inovatif dan berdampak nyata.Pemanfaatan lahan serta kolam budidaya di lingkungan lapas menjadi langkah konkret dalam menciptakan kegiatan produktif yang bernilai ekonomi.