Panglima TNI Minta Kostrad Siap Hadapi Konflik Global dan Ancaman Perang Hibrida

Muchlis - Jumat, 06 Maret 2026 22:12 WIB
Panglima TNI

Agus Subiyanto Tekankan Kesiapan Tempur di Tengah Eskalasi Konflik Internasional

Topikseru.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meminta jajaran Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi konflik global yang dinilai semakin memanas.Pernyataan itu disampaikan Agus saat memberikan amanat dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Kostrad yang digelar di Lapangan Markas Divisi I Kostrad, Cilodong, Jumat.Dalam pidatonya, Panglima TNI menyoroti meningkatnya dinamika geopolitik dunia yang diwarnai rivalitas kekuatan besar serta konflik regional yang berpotensi berdampak pada stabilitas keamanan berbagai negara, termasuk Indonesia."Saat ini kita dihadapkan pada dinamika global yang diwarnai rivalitas kekuatan besar, konflik global dan regional yang terus meningkat serta ancaman perang hibrida," ujar Agus.Ancaman Perang Modern Tak Lagi Hanya FisikMenurut Agus, karakter peperangan saat ini telah mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya konflik militer lebih mengandalkan serangan fisik atau konvensional, kini berkembang menjadi peperangan yang memanfaatkan berbagai dimensi, termasuk teknologi dan informasi.Dia menyebut ancaman seperti perang media, propaganda digital, hingga serangan siber menjadi bagian dari strategi konflik modern yang harus diantisipasi.Konsep ini dikenal sebagai Hybrid Warfare atau perang hibrida, yaitu bentuk peperangan yang menggabungkan berbagai metode non-konvensional untuk melemahkan lawan tanpa selalu menggunakan kekuatan militer secara langsung."Serangan konvensional maupun modern ini harus diantisipasi karena berpotensi mengancam keamanan negara," kata Agus.Kostrad Diminta Selalu Siap TempurPanglima TNI menegaskan bahwa Kostrad memiliki peran strategis sebagai pasukan pemukul utama TNI Angkatan Darat dalam menjaga kedaulatan negara.Karena itu, Agus meminta seluruh prajurit meningkatkan kemampuan tempur serta memperkuat kesiapan operasional guna menghadapi berbagai kemungkinan ancaman keamanan."Menghadapi ancaman multidimensi ini, saya perintahkan bahwa Kostrad harus selalu siap bertempur dan menang dalam setiap spektrum peperangan," ujarnya.Perkuat Kemampuan Tempur Modern dan KonvensionalAgus juga menekankan pentingnya penguasaan kemampuan militer modern yang sejalan dengan perkembangan teknologi pertahanan global. Namun di saat yang sama, kemampuan tempur konvensional tetap harus dipertahankan sebagai fondasi kekuatan militer.Dengan mengombinasikan kedua kemampuan tersebut, Panglima TNI meyakini Kostrad dapat lebih efektif dalam menghadapi potensi ancaman yang muncul dari eskalasi konflik internasional.Ia pun menyatakan optimisme bahwa Kostrad akan terus menjadi salah satu kekuatan utama pertahanan nasional."Saya selaku Panglima TNI yakin dan optimistis bahwa Kostrad akan terus berdiri tegak sebagai kebanggaan TNI dan seluruh rakyat Indonesia," kata Agus.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

20.000 Peserta IKuti Fun Run 5K HUT TNI

Nasional

Tiba di Priok, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Bakal Berganti Nama KRI Sriwijaya

Nasional

Sisir Selat Sunda, TNI AL Kerahkan 3 Kapal Perang Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

Nasional

Profil Jenderal Besar AH Nasution, Arsitek Strategi Militer dan Pahlawan Nasional

Nasional

KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak Minta Maaf Jembatan Garuda Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan

Nasional

KSAD Tegaskan Tato Adat Bukan Penghalang Masuk TNI, Warga Dayak Tetap Bisa Mendaftar