Topikseru.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah tengah mengembangkan compressed natural gas (CNG) dalam kemasan tabung 3 kilogram (kg) sebagai alternatif pengganti liquefied petroleum gas (LPG) bersubsidi.Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menekan ketergantungan impor energi sekaligus meningkatkan efisiensi biaya bagi masyarakat.[irp posts="40157" ]Klaim Lebih Murah hingga 40 PersenMenurut Bahlil, penggunaan CNG berpotensi memberikan penghematan signifikan dibandingkan LPG 3 kg."Untuk yang 3 kilogramnya ini baru mau dibuat. Dan ini ongkosnya lebih murah 30–40 persen," ujarnya dalam acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta, Sabtu (2/5/2025).Saat ini, pemanfaatan CNG telah diterapkan di sejumlah sektor komersial seperti hotel, restoran, hingga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).Tantangan Infrastruktur Masih Jadi KendalaMeski dinilai lebih efisien, pengembangan CNG untuk rumah tangga masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dari sisi infrastruktur distribusi dan kesiapan teknologi.Namun demikian, pemerintah tetap mendorong implementasi CNG sebagai bagian dari upaya jangka panjang memperkuat kemandirian energi nasional.Apa Itu CNG?Compressed Natural Gas (CNG) merupakan bahan bakar gas yang dihasilkan dari kompresi gas alam, terutama metana (C1) dan etana (C2).Gas ini disimpan dalam tabung bertekanan tinggi sekitar 200 - 250 bar, yang dirancang khusus untuk menjamin keamanan dalam penyimpanan dan distribusi.Dengan karakteristik tersebut, CNG dinilai sebagai salah satu alternatif energi yang lebih bersih dan efisien dibandingkan bahan bakar fosil konvensional.Konsumsi LPG Tinggi, Impor Masih DominanData Kementerian ESDM menunjukkan konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun.Namun, produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 1,6 hingga 1,7 juta ton, sehingga sebagian besar kebutuhan masih bergantung pada impor.Kondisi ini menjadi salah satu alasan utama pemerintah mendorong diversifikasi energi, termasuk melalui pengembangan CNG.[irp posts="10354" ]Strategi Perkuat Ketahanan Energi NasionalSelain CNG, pemerintah juga mengandalkan berbagai strategi lain untuk menjaga ketahanan energi, di antaranya: Optimalisasi produksi minyak dan gas bumi (migas) Diversifikasi bahan bakar seperti program biodiesel B50 Pengembangan alternatif pengganti LPGLangkah ini menjadi penting di tengah dinamika krisis energi global yang terus memengaruhi stabilitas harga dan pasokan energi.Prospek dan Tantangan ke DepanPengembangan CNG tabung 3 kg berpotensi menjadi solusi jangka menengah untuk mengurangi beban subsidi LPG sekaligus memperkuat pasokan energi domestik.Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, regulasi, serta penerimaan masyarakat.Jika terealisasi secara optimal, CNG dapat menjadi salah satu pilar baru dalam transformasi energi nasional menuju sistem yang lebih mandiri dan berkelanjutan.