Program MBG Hasilkan 6 Juta Liter Minyak Jelantah, Bisa Jadi Bahan Bakar Pesawat

Agus Supratman - Jumat, 08 Mei 2026 20:03 WIB
Pertamina
Topikseru.com, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tak hanya menghasilkan manfaat gizi bagi masyarakat. Dari dapur ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), muncul potensi baru. Sekitar 6 juta liter minyak jelantah yang diihasilkan per bulan yang bisa diolah menjadi bahan bakar pesawat atau Bioavtur Pertamina .Hal itu mengemuka dalam penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan PT Pertamina (Persero ke) di Jakarta, Kamis (7/5/2026), terkait pemanfaatan minyak jelantah sebagai bagian dari pengembangan energi alternatif dan sistem energi rendah karbon di Indonesia.Sebagai informasi, Minyak jelantah (used cooking oil/UCO) yang dikumpulkan Pertamina melalui program UCOllect untuk diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Utamanya Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur untuk pesawat terbang. Selain itu, jelantah diolah menjadi bahan bakar terbarukan seperti biofuel HVO (Hydrotreated Vegetable Oil).Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa setiap SPPG rata-rata menggunakan sekitar 800 liter minyak goreng setiap bulan dan sebagian besar akan berubah menjadi minyak jelantah.“Dan yang di luar dugaan bagi saya, setiap SPPG ini menggunakan kurang lebih 800 liter minyak goreng setiap bulan. Di mana 70%-nya akan berakhir menjadi minyak jelantah,” ujar Dadan di Jakarta, Kamis (7/5/2026).Menurut Dadan, setiap SPPG diperkirakan menghasilkan sekitar 500 hingga 590 liter minyak jelantah per bulan. Dengan jumlah SPPG yang kini mencapai sekitar 17.200 unit di Pulau Jawa, potensi minyak jelantah yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar 6 juta liter setiap bulan.“Jadi kalau dikalikan 500 liter itu kurang lebih akan ada sekitar 6 juta liter per bulan,” katanya.Dadan menegaskan bahwa penggunaan minyak goreng di lingkungan SPPG juga dibatasi demi menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat program MBG.“Perlu diketahui bahwa di BGN minyak tidak boleh sering digunakan. Jadi maksimal rata-rata 3 kali goreng lalu menjadi minyak jelantah,” ujarnya.Selain pemanfaatan minyak jelantah, Badan Gizi Nasional (BGN) juga mulai mendorong penggunaan energi alternatif di lingkungan operasional SPPG melalui pemanfaatan jaringan gas alam dan compressed natural gas (CNG) di sejumlah wilayah guna memperkuat sistem energi yang lebih bersih dan efisien.Dadan menilai potensi jutaan liter minyak jelantah tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi pengembangan energi hijau berbasis ekonomi sirkular sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.“Dan saya kira ini bisa menjadi langkah awal untuk program kerja sama kita sehingga minyak yang tadinya sampah menjadi bernilai, yang tadinya dibuang menjadi uang,” tutup Dadan.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

BGN Tutup Permanen Dapur SPPG Karo usai Keracunan 353 Siswa, Ini Alasannya

Nasional

LBH Medan Desak MBG Dihentikan: Puluhan Ribu Anak Keracunan, Korban Alami Hilang Ingatan

Nasional

BGN Tutup Sementara 45 SPPG di Sumatera Utara

Nasional

Nilai Tukar Rupiah Berhasil Rebound Dibuka di Level Rp17.848 per Dolar AS Pagi Ini

Nasional

Sidang Praperadilan Lodewyk Pusung Digelar 12 Agustus, Status Tersangka Korupsi MBG Diuji

Nasional

Kejagung Pertimbangkan Periksa Eks Kepala BGN Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi MBG