Topikseru.com, Jakarta – Pengunduran diri Nanik S Deyang dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi perhatian publik karena masa kepemimpinannya berlangsung relatif singkat. Sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 8 Juni 2026, Nanik hanya memimpin lembaga tersebut sekitar satu setengah bulan sebelum memutuskan mundur pada Rabu (22/7/2026).
Keputusan tersebut muncul ketika BGN masih menjadi sorotan menyusul penyidikan dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tengah situasi itu, perjalanan singkat Nanik sebagai pimpinan lembaga kembali menjadi perhatian.
Dilantik Menggantikan Dadan Hindayana
Nanik resmi menjabat Kepala BGN setelah Presiden Prabowo menunjuknya menggantikan Dadan Hindayana. Pergantian kepemimpinan dilakukan setelah Dadan diberhentikan dari jabatannya usai ditetapkan sebagai tersangka dalam penyidikan dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis periode 2025–2026.
Dalam perkara tersebut, Dadan tidak menjadi satu-satunya tersangka. Penyidik juga menetapkan dua mantan pejabat BGN lainnya, yakni Sony Sonjaya yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Bidang Operasional Pemenuhan Gizi dan Lodewyk Pusung selaku mantan Wakil Kepala Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan.
Pelantikan Nanik di Istana Negara saat itu dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Momen Pelantikan yang Menarik Perhatian
Prosesi pelantikan Nanik sempat menjadi sorotan setelah ia terlihat menitikkan air mata usai mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo.
Setelah rangkaian pelantikan selesai, Presiden menyalami para pejabat yang baru dilantik. Pada momen tersebut, Nanik tampak mengusap air mata menggunakan tisu sebelum meninggalkan lokasi acara.
Momen itu banyak dibagikan di media sosial dan menjadi salah satu peristiwa yang paling diingat sejak awal masa kepemimpinannya di BGN.
Pernah Disorot Saat Isu Pengadaan Motor Listrik
Selama menjabat, Nanik juga sempat menjadi perhatian ketika memilih tidak memberikan tanggapan kepada wartawan terkait pengadaan motor listrik untuk operasional BGN.
Saat ditemui seusai menghadiri sebuah kegiatan, sejumlah jurnalis mengajukan pertanyaan mengenai realisasi anggaran pengadaan kendaraan tersebut. Namun, Nanik tidak memberikan pernyataan dan langsung meninggalkan lokasi dengan pengawalan petugas keamanan.
Peristiwa itu memicu beragam tanggapan karena terjadi ketika publik menyoroti tata kelola anggaran di lingkungan BGN.
Mengundurkan Diri karena Alasan Kesehatan
Pada 22 Juli 2026, Nanik mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun Facebook pribadinya. Ia menjelaskan keputusan tersebut diambil karena harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri.
Dalam unggahannya, Nanik menyebut telah menyampaikan langsung keputusan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya," tulis Nanik.
Ia juga mengungkapkan Presiden menyetujui pengunduran dirinya dengan mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Selain itu, Nanik menyebut Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas BGN dan memintanya mengisi posisi ketua. Namun, hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai pembentukan maupun susunan dewan tersebut.
Berakhirnya masa jabatan Nanik menambah dinamika di tubuh Badan Gizi Nasional yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian publik, baik karena pergantian kepemimpinan maupun proses penyidikan dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis yang masih berlangsung.