Kesadaran Publik Meningkat, Jumlah Sanggahan Data Bansos Kemensos Melonjak

Muchlis - Senin, 07 September 2026 12:10 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan penjelasan mengenai pemutakhiran data penerima bansos dan kanal Cek Bansos.
Topikseru.com - Partisipasi masyarakat dalam mengawal penyaluran bantuan sosial menunjukkan tren peningkatan signifikan. Kementerian Sosial mencatat adanya kenaikan drastis pada jumlah pengajuan sanggahan terkait data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dibandingkan periode tahun sebelumnya.Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa lonjakan ini menjadi indikator positif atas makin terbukanya akses kontrol publik terhadap ketepatan sasaran bantuan pemerintah."Sudah makin banyak. Dibanding tahun lalu saya yakin tahun ini lebih banyak yang melakukan sanggah," kata Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul saat ditemui di Jakarta, Senin (7/9/2026).Banjir Kanal Digital dan Pengawasan TerbukaPeningkatan partisipasi publik ini didorong oleh semakin lengkapnya infrastruktur aduan digital yang disediakan pemerintah. Masyarakat kini dapat memverifikasi maupun melaporkan ketidaktepatan sasaran secara mandiri.Akses pengawasan tersebut difasilitasi melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos yang telah terintegrasi dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Badan Pusat Statistik (BPS).Selain aplikasi ponsel, Kemensos membuka serangkaian kanal aduan lain: Layanan Call Center: 021-171171 WhatsApp Center: 08877171171Laman Portal: perlinsos.kemensos.go.idGus Ipul menegaskan bahwa laporan warga - baik mengenai warga kurang mampu yang belum terdaftar maupun warga mampu yang masih menerima bantuan - akan dievaluasi secara berkala setiap tiga bulan mengikuti siklus pencairan.Penyesuaian Desil Tidak Langsung Memutus BansosMenjawab kekhawatiran masyarakat terkait pergeseran status tingkat kesejahteraan (desil) dalam DTSEN, Mensos memastikan bahwa perubahan indikator ekonomi tidak serta-merta menghentikan hak penerima Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Nontunai (BPNT)."Kalau sekarang ada desil loncat, tidak serta-merta terus bansosnya diputus. Tidak serta-merta itu," tegas Gus Ipul.Pemerintah berjanji melakukan verifikasi lapangan terlebih dahulu. Langkah ini diambil untuk mencegah kasus salah sasaran akibat anomali administrasi, seperti pencurian identitas NIK KTP milik warga miskin yang dicatut pihak tak bertanggung jawab untuk pemilikan aset mewah, kendaraan, hingga pendirian badan usaha.Kasus penyalahgunaan identitas ini salah satunya menimpa pasangan lansia penerima BPNT di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, bernama Darmi dan suaminya. Hak bantuan mereka sempat terancam hilang pada triwulan ketiga 2026 lantaran NIK KTP mereka dicatut pihak lain untuk pembelian mobil dan tanah.Guna mengantisipasi kerugian pada kelompok rentan dan lansia, Kemensos merangkul jajaran pemerintah daerah hingga tingkat RT/RW dan kepala desa untuk memperketat validasi data dari tingkat tapak.

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Kapan Cair? Ini Jadwal Oktober–Desember 2026 dan Cara Cek Penerima

Nasional

Merasa Layak Dapat Bansos tetapi Tidak Terdaftar? Kenali Fungsi Data Desil dan Cara Mengajukan Koreksi

Nasional

Airlangga Bantah Ada Program HP Gratis untuk Bansos, Rp 3,8 Triliun Disiapkan untuk Rekening Massal

Nasional

Aturan Baru PKH 2026: Masa Kepesertaan Maksimal 5 Tahun, Ini Cara Cek Bansos

Nasional

Cara Cek Bansos Online Lewat HP, Ini Langkah-Langkahnya

Nasional

Pemkot Medan Salurkan Bansos PKH Medan Makmur Rp 200 Ribu, Targetkan 20 Ribu Penerima