BNPB Sampaikan Duka atas Gugurnya Prajurit TNI saat Tangani Karhutla

Agus Supratman - Kamis, 05 November 2026 12:40 WIB
Sumber: satujabar
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI Angkatan Darat (AD) dalam.

Topikseru.com, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI Angkatan Darat (AD) dalam operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga orang prajurit TNI dalam operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah kemarin," kata Kristomei kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Ia menyampaikan ungkapan duka tersebut sekaligus mengajak masyarakat untuk mendukung petugas yang tengah bertugas menangani karhutla di berbagai wilayah.

"Saya juga mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat Indonesia, mari sama-sama kita bantu, mari sama-sama kita dukung saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan tugas dalam rangka penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," ujar dia.

Menurut dia, dukungan masyarakat diperlukan, termasuk dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan yang dapat menghambat upaya pemadaman api.

Sebelumnya, TNI Angkatan Darat telah mengerahkan personel untuk mengevakuasi delapan orang kru helikopter yang mengalami kecelakaan saat melaksanakan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).

Dalam siaran pers resmi TNI AD, dijelaskan peristiwa kecelakaan Helikopter Mi 17V5 dari Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) itu terjadi sekitar pukul 11.18 WIB. Kecelakaan bermula ketika helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang pukul 09.55 WIB. Helikopter tersebut berangkat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Saat mengambil air di perairan Desa Sungai Perlu untuk operasi water bombing, helikopter mengalami kendala terbang hingga akhirnya jatuh di sungai.

Sesaat setelah peristiwa itu, TNI AD langsung mengirimkan personel untuk mengevakuasi para kru lewat jalur udara.

"Upaya penyelamatan tersebut diprioritaskan untuk memastikan seluruh personel mendapatkan pertolongan secepatnya," seperti dikutip siaran pers tersebut.

Kecelakaan Helikopter Mi 17V5

TNI Angkatan Darat mengerahkan personel untuk mengevakuasi delapan orang kru helikopter yang mengalami kecelakaan saat melaksanakan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu.

Dalam siaran pers resmi TNI AD yang diterima di Jakarta, Rabu, dijelaskan peristiwa kecelakaan Helikopter Mi 17V5 dari Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) itu terjadi sekitar pukul 11.18 WIB.

Kecelakaan bermula ketika helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang pukul 09.55 WIB. Helikopter tersebut berangkat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Saat mengambil air di perairan Desa Sungai Perlu untuk operasi water bombing, helikopter mengalami kendala terbang hingga akhirnya jatuh di sungai.

Sesaat setelah peristiwa itu, TNI AD langsung mengirimkan personel untuk mengevakuasi para kru lewat jalur udara.

"Upaya penyelamatan tersebut diprioritaskan untuk memastikan seluruh personel mendapatkan pertolongan secepatnya," seperti dikutip siaran pers tersebut.

Hingga saat ini, satu orang kru heli ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan jenazahnya sudah dievakuasi ke RS Kuala Pembuang. Sedangkan lima orang dalam kondisi selamat dan sedang menjalani perawatan di RS yang sama.

"Sementara dua kru lainnya masih dalam proses evakuasi," terang siaran pers tersebut.

TNI AD menyatakan akan terus mencari kru yang hilang sambil menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan.

Editor
: Muchlis

Tag:

Berita Terkait

Nasional

KPK Periksa Ipar Mantan Kepala BNPB Soal Dugaan Konflik Kepentingan

Nasional

Pemerintah Respons Demo Mahasiswa, Ungkap Penanganan Karhutla hingga Anggaran Pendidikan Rp 824 Triliun

Nasional

Demo Mahasiswa di Bundaran HI Memanas, Gas Air Mata Diduga Ditembakkan Usai Tameng Polisi Hilang

Nasional

Lahan Terbakar di Sumut Capai 308,87 Hektare, Labuhanbatu Jadi Wilayah Paling Terdampak

Nasional

Dedi Mulyadi Absen Saat Dicari Prabowo, Fokus Padamkan Karhutla Gunung Ciremai

Nasional

Hakaaston Gerakkan 25 Petugas Atasi dan Antisipasi Dampak Karhutla di Ruas Kelolaan JTTS