Kolaborasi dengan Konservasi Cakrawala Indonesia, Pemprov Sumut Perkuat Ekonomi Hijau dan Biru

Agus Supratman - Sabtu, 25 April 2026 06:54 WIB
Gubernur Sumut
Topikseru.com, Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berkolaborasi dengan Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia (YCKI) untuk memperkuat pengembangan ekonomi hijau dan biru. Langkah ini diharapkan mampu mendorong kebangkitan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.Pengembangan ekonomi hijau dan biru merupakan bagian dari program prioritas Gubsu Bobby Nasution, tepatnya pada poin keenam. Ekonomi hijau berfokus pada energi terbarukan, industri berkelanjutan, serta teknologi ramah lingkungan. Sementara itu, ekonomi biru menitikberatkan pada optimalisasi sektor kelautan dan perikanan, termasuk konservasi laut serta pemanfaatan sumber daya air secara bijak.“Tujuan yang kita lakukan sangat baik, bukan hanya untuk Sumut, tetapi juga secara nasional dan internasional, bukan hanya lingkungan sekitar tetapi juga alam semesta,” kata Bobby Nasution saat menerima audiensi Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Jumat (24/4/2026).[irp posts="40886" ]Menurut Bobby, tantangan utama saat ini adalah menjaga keberlangsungan makhluk hidup di tengah upaya pemanfaatan sumber daya alam untuk nilai ekonomi. Ia menegaskan, aktivitas ekonomi harus tetap menjamin kelestarian lingkungan.“Masih banyak masyarakat kita yang mengandalkan hutan untuk kelangsungan hidup, sementara pemerintah tetap harus memikirkan manfaat ekonominya, tetapi tidak merugikan makhluk hidup lainnya, entah itu tumbuhan, hewan dan juga manusia, ketika terganggu di situlah pemerintah hadir,” ujarnya.Wakil Presiden Program YCKI, Fitri Hasibuan, mengungkapkan, sejak tahun 2000 pihaknya telah membantu para pemerhati lingkungan dalam pembentukan Taman Nasional Batang Gadis. Selain itu, YCKI juga mendampingi sekitar 800 petani sawit untuk memperoleh sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), sebagai bukti penerapan praktik sawit berkelanjutan yang ramah lingkungan.“Tahun depan kita akan berupaya membantu 2.000 petani untuk mendapatkan RSPO, kemudian kita juga telah melakukan pemulihan ekosistem 500 hektare, tahun ini kami targetkan 1.000 hektare terutama di kawasan yang terganggu bencana,” kata Fitri Hasibuan.Pertemuan tersebut turut dihadiri Senior Director Sustainable Palm Oil at Conservation International, Melissa Thomas, jajaran YCKI, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut Heri Wahyudi Marpaung, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta para pemerhati lingkungan.AUDIENSI: Gubsu Bobby Nasution menerima audiensi Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No. 41, Medan, Jum'at (24/4/2026).(Foto: Topikseru.com/ Dinas Kominfo Sumut)

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Sumut

BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter

Sumut

Bulog Sumut Terima 4.434 Ton Beras dari Jawa Timur

Sumut

Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406

Sumut

IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau

Sumut

Puting Beliung Terjang Tarutung, Enam Rumah Warga Rusak

Sumut

Bulog Sumut Tambah 4.400 Ton Beras, Stok Tembus 41.735 Ton