Topikseru.com, Medan – Tingkat melek aksara di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2025 menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025, sebanyak 99,01 persen penduduk usia 15 tahun ke atas telah mampu membaca dan menulis.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa akses pendidikan dasar di Sumatera Utara semakin merata.
Meski demikian, masih terdapat kesenjangan pada kelompok usia lanjut (lansia) yang memiliki tingkat melek aksara lebih rendah dibanding kelompok usia produktif dan generasi muda.
Generasi Muda Hampir Seluruhnya Sudah Melek Aksara
Kelompok usia 15–24 tahun menjadi kelompok dengan tingkat literasi tertinggi di Sumatera Utara.
Angka melek aksara mencapai 99,93 persen, yang berarti hampir seluruh pemuda di provinsi ini telah memiliki kemampuan membaca dan menulis.
Tingginya angka tersebut mencerminkan semakin baiknya akses pendidikan formal selama beberapa dekade terakhir. Program wajib belajar, peningkatan kualitas sekolah, serta pemerataan fasilitas pendidikan dinilai berkontribusi terhadap tingginya tingkat literasi generasi muda.
Sementara itu, pada kelompok usia 15–59 tahun, angka melek aksara juga sangat tinggi, yaitu 99,60 persen.
Data ini menunjukkan bahwa mayoritas penduduk usia produktif telah memiliki kemampuan literasi yang baik untuk mendukung aktivitas ekonomi maupun sosial.
Lansia Masih Menjadi Kelompok dengan Literasi Terendah
Berbeda dengan kelompok usia muda, tantangan masih terlihat pada penduduk berusia 60 tahun ke atas. Tingkat melek aksara pada kelompok ini berada di angka 95,41 persen.
Meskipun tergolong tinggi, angka tersebut masih lebih rendah dibanding kelompok usia lainnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan akses pendidikan pada masa lalu, terutama bagi masyarakat yang tumbuh pada periode ketika fasilitas pendidikan belum merata.
Program pendidikan nonformal dan pemberantasan buta aksara bagi lansia masih menjadi salah satu upaya yang dapat terus diperkuat agar kesenjangan tersebut semakin mengecil.
Laki-laki Sedikit Lebih Tinggi Dibanding Perempuan
Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, tingkat melek aksara laki-laki masih sedikit lebih tinggi dibanding perempuan.
Pada penduduk usia 15 tahun ke atas, angka melek aksara laki-laki mencapai 99,40 persen, sedangkan perempuan berada di angka 98,62 persen.
Perbedaan ini juga terlihat pada kelompok usia lanjut.
Rinciannya sebagai berikut:
Kelompok UmurLaki-lakiPerempuan15–24 tahun99,97%99,89%15–59 tahun99,71%99,48%15 tahun ke atas99,40%98,62%60 tahun ke atas97,38%93,70%
Kesenjangan terbesar terjadi pada kelompok lansia. Hal ini mencerminkan kondisi historis ketika perempuan pada masa lalu memiliki kesempatan bersekolah yang lebih terbatas dibanding laki-laki.
Perkotaan Unggul Dibanding Perdesaan
Data BPS juga menunjukkan adanya perbedaan tingkat melek aksara antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
Masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan memiliki angka melek aksara lebih tinggi dibanding masyarakat perdesaan, terutama pada kelompok usia lanjut.
Berikut rinciannya:
Kelompok UmurPerkotaanPerdesaan15–24 tahun99,91%99,96%15–59 tahun99,79%99,31%15 tahun ke atas99,52%98,27%60 tahun ke atas97,76%92,39%
Menariknya, pada kelompok usia 15–24 tahun, wilayah perdesaan sedikit lebih tinggi dibanding perkotaan. Hal ini menunjukkan bahwa akses pendidikan dasar bagi generasi muda kini sudah semakin merata hingga ke desa-desa.
Namun, kesenjangan masih cukup terlihat pada kelompok usia lanjut. Lansia di perkotaan memiliki tingkat melek aksara mencapai 97,76 persen, sedangkan di perdesaan sebesar 92,39 persen.
Pendidikan yang Semakin Merata Membawa Dampak Positif
Tingginya angka melek aksara di Sumatera Utara menjadi indikator positif bagi pembangunan sumber daya manusia.
Kemampuan membaca dan menulis merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, produktivitas tenaga kerja, serta kemampuan masyarakat mengakses informasi di era digital.
Literasi yang baik juga berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena membuka peluang lebih besar dalam dunia kerja, kewirausahaan, maupun pemanfaatan teknologi.
Meski demikian, peningkatan literasi bagi kelompok lansia dan masyarakat yang tinggal di daerah terpencil tetap menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian agar manfaat pendidikan dapat dirasakan secara lebih merata.
Ringkasan Angka Melek Aksara Sumatera Utara 2025Kategori15–24 Tahun15–59 Tahun15 Tahun ke Atas60 Tahun ke AtasLaki-laki99,97%99,71%99,40%97,38%Perempuan99,89%99,48%98,62%93,70%Perkotaan99,91%99,79%99,52%97,76%Perdesaan99,96%99,31%98,27%92,39%Total Sumatera Utara99,93%99,60%99,01%95,41%
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025.