Topikseru.com, Medan - Sebanyak 450 prajurit Satuan Tugas (Satgas) RI-PNG Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI AU yang telah menuntaskan misi selama satu tahun di Papua tiba di Pelabuhan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (19/7/2026). Kedatangan mereka disambut langsung oleh Komandan Lanud Soewondo Marsma TNI Tiopan Hutapea dalam sebuah upacara penyambutan usai pelayaran menggunakan KRI Teluk Bintuni-520.Kepulangan ratusan personel tersebut menandai berakhirnya penugasan pengamanan di sejumlah wilayah strategis Papua, khususnya dalam menjaga keamanan pangkalan udara dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di daerah-daerah terpencil.Marsma TNI Tiopan Hutapea mengatakan seluruh personel yang tergabung dalam Satgas RI-PNG telah menjalankan tugas negara dengan baik selama kurang lebih satu tahun."Hari ini kami melaksanakan upacara penerimaan kembali Satgas RI-PNG dari Korpasgat dengan total 450 personel yang telah menyelesaikan penugasan selama satu tahun di Papua," ujar Tiopan.Personel Berasal dari Tiga Batalyon KorpasgatRatusan prajurit tersebut berasal dari tiga satuan berbeda, yakni: Batalyon Komando 466 Pontianak Batalyon Komando 463 Medan Batalyon Komando 462 PekanbaruSelama bertugas, mereka ditempatkan di sejumlah wilayah strategis Papua untuk mengamankan objek vital nasional, terutama bandara-bandara yang menjadi akses utama transportasi masyarakat di daerah pegunungan dan pedalaman.Menurut Tiopan, keberadaan personel Korpasgat memiliki peran penting dalam memastikan operasional penerbangan tetap berjalan aman sehingga distribusi logistik, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu.Jaga Bandara di Daerah Terpencil PapuaDalam penugasannya, Satgas RI-PNG bertanggung jawab mengamankan sejumlah pangkalan udara di berbagai wilayah Papua, antara lain: Timika Ilaga Nabire Moanemani Wamena Mulia Enarotali OksibilPengamanan dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat menghambat operasional penerbangan maupun pelayanan publik."Bandara di wilayah tersebut harus tetap beroperasi agar mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, hingga roda perekonomian tetap berjalan dengan baik," jelas Tiopan.Tak Hanya Pengamanan, Satgas Juga Beri Edukasi kepada WargaSementara itu, Dansektor 3 Korpasgat Kapten Pas Evan Melsan Worabay menyampaikan bahwa seluruh rangkaian penugasan berjalan lancar tanpa kendala berarti.Selain menjaga keamanan pangkalan udara, personel Korpasgat juga aktif melaksanakan kegiatan sosial bersama masyarakat."Kami menjalankan pengendalian operasi pangkalan udara sekaligus melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan teritorial kepada masyarakat," kata Evan.Dia menjelaskan para prajurit memberikan edukasi di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, kebersihan lingkungan, hingga peningkatan wawasan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari pendekatan humanis TNI di wilayah penugasan.Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan warga di daerah terpencil.Korpasgat Perkuat Stabilitas Wilayah PerbatasanPenugasan Satgas RI-PNG merupakan bagian dari upaya TNI menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua, khususnya kawasan yang memiliki akses transportasi udara sebagai urat nadi distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.Bandara-bandara perintis di Papua memiliki peran strategis karena menjadi jalur utama pengiriman bahan pokok, layanan medis, hingga transportasi warga di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.Keberhasilan Satgas menyelesaikan misi selama satu tahun dinilai menjadi kontribusi penting dalam menjaga keamanan nasional sekaligus mendukung keberlangsungan pembangunan dan pelayanan publik di kawasan timur Indonesia.