Topikseru.com, Medan - Kodam I/Bukit Barisan mengumumkan hasil otopsi terhadap prajurit siswa berinisial GGG (21) yang meninggal dunia saat mengikuti Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri Gelombang II Tahun 2026 di Resimen Induk Daerah Militer I/Bukit Barisan (Rindam I/BB), Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.Berdasarkan pemeriksaan tim forensik RSUD Pematangsiantar, penyebab kematian korban dinyatakan akibat gantung diri. Hasil tersebut juga menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Sandy mengatakan kesimpulan tersebut diperoleh setelah proses autopsi dilakukan oleh tim medis forensik."Hasil otopsi dari tim forensik RSUD Pematangsiantar menyatakan bahwa almarhum meninggal karena gantung diri," kata Sandy saat dikonfirmasi, Jumat (24/7/2026).Ditemukan Tergantung di Belakang Area PendidikanMenurut Sandy, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di sebuah pohon yang berada di belakang kawasan Sekolah Calon Tamtama (Secata) Rindam I/Bukit Barisan. Lokasi penemuan berada tidak jauh dari aliran sungai di area pendidikan.Dia menegaskan hasil pemeriksaan medis tidak menemukan indikasi adanya tindak kekerasan yang mengarah pada dugaan penganiayaan."Benar, dia ditemukan gantung diri di salah satu pohon dekat dengan aliran sungai. Untuk tanda-tanda kekerasan tidak ditemukan," ujarnya.GGG diketahui meninggal dunia pada Senin (20/7/2026), hanya empat hari setelah memulai pendidikan sebagai prajurit siswa Dikmata Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang II Tahun 2026.Korban Disebut Sejak Lama Bercita-cita Menjadi Prajurit TNISebelumnya, perwakilan keluarga, Khari Halawa, mengungkapkan bahwa GGG telah lama bercita-cita menjadi anggota TNI. Korban bahkan baru saja dinyatakan lulus seleksi beberapa hari sebelum memasuki masa pendidikan di Rindam I/Bukit Barisan."Baru pengumuman minggu lalu. Dari informasi keluarga, cita-cita almarhum memang ingin menjadi tentara. Dia mengikuti seleksi dan langsung dinyatakan lulus. Setelah tamat sekolah di Nias, dia mengikuti pendidikan di Siantar," ujar Khari.Menurut keluarga, GGG merupakan anak kedua dari delapan bersaudara dan selama ini tidak memiliki persoalan di lingkungan keluarga."Informasi yang kami terima, tidak ada masalah apa pun dengan keluarga," katanya.Jenazah Dipulangkan ke Nias BaratSetelah proses identifikasi dan penanganan selesai, jenazah GGG diberangkatkan ke kampung halamannya di Kabupaten Nias Barat pada Selasa (21/7/2026).Korban disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga.Hingga kini, pihak Kodam I/Bukit Barisan menyatakan penyebab kematian telah mengacu pada hasil autopsi resmi dari tim forensik dan tidak ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban.