Topikseru.com - Pertumbuhan kendaraan listrik mulai mendorong kebutuhan infrastruktur pengisian daya di Sumatera Utara. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara mencatat telah menyediakan 145 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 116 lokasi hingga 31 Oktober 2026.
Jumlah tersebut disiapkan untuk menopang mobilitas sekitar 9.800 kendaraan listrik yang kini beroperasi di provinsi tersebut. Perluasan jaringan SPKLU juga menjadi bagian dari upaya PLN mengantisipasi kenaikan kebutuhan pengisian daya, terutama di kawasan perkotaan, jalur antarkota, dan destinasi wisata.
General Manager PLN UID Sumatera Utara Rizky Mochamad mengatakan pengembangan infrastruktur pengisian daya terus dilakukan dengan mempertimbangkan pertumbuhan pengguna kendaraan listrik.
"Kami terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik dengan memperluas infrastruktur pengisian daya untuk kebutuhan kendaraan listrik di Sumut," ujar Rizky dalam keterangan yang diterima di Medan, Minggu (1/11/2026).
Data tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada penjualan mobil atau sepeda motor listrik.
Ketersediaan tempat pengisian daya dan kemudahan mengaksesnya juga menjadi faktor penting yang menentukan kenyamanan pengguna.
Rasio Infrastruktur Jadi Perhatian di Tengah Pertumbuhan Kendaraan ListrikDengan jumlah kendaraan listrik mencapai sekitar 9.800 unit, ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi salah satu aspek yang perlu terus diperhatikan.
PLN tidak hanya berfokus menambah jumlah SPKLU, tetapi juga menempatkan lokasi pengisian daya berdasarkan pola mobilitas masyarakat.
Perencanaan tersebut mencakup kebutuhan perjalanan antarkota, aktivitas kendaraan di pusat perkotaan, hingga akses menuju kawasan wisata.
Strategi ini penting karena kebutuhan pengisian daya tidak selalu terkonsentrasi di pusat kota. Pengguna kendaraan listrik yang melakukan perjalanan jarak jauh juga membutuhkan kepastian lokasi pengisian agar perjalanan dapat direncanakan dengan lebih baik.
Rizky menyebut pengalaman pelanggan menjadi salah satu bahan evaluasi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan SPKLU.
PLN Mobile Punya Fitur Trip Planner dan AntreEVSelain memperluas infrastruktur fisik, PLN mengandalkan layanan digital untuk membantu pengguna kendaraan listrik mengatur perjalanan.
Melalui aplikasi PLN Mobile, pelanggan dapat memanfaatkan fitur Trip Planner untuk merencanakan perjalanan berdasarkan jarak tempuh dan kebutuhan pengisian daya.
Aplikasi tersebut juga membantu pengguna menemukan lokasi SPKLU di sepanjang rute yang akan dilalui.
PLN turut menyediakan fitur AntreEV. Fasilitas ini memungkinkan pelanggan memantau kondisi antrean pengisian daya secara real time serta menggunakan layanan antrean digital pada SPKLU yang telah mendukung fitur tersebut.
Kehadiran kedua fitur itu ditujukan untuk mengurangi ketidakpastian waktu tunggu dan membantu pengguna menentukan tempat pengisian daya sebelum melanjutkan perjalanan.
Ekosistem Kendaraan Listrik Tak Cukup Mengandalkan PenjualanPertumbuhan jumlah kendaraan listrik di Sumatera Utara membawa konsekuensi terhadap kebutuhan layanan pendukung. Infrastruktur pengisian daya, keandalan pasokan listrik, kemudahan transaksi, dan persebaran lokasi SPKLU menjadi bagian dari ekosistem yang perlu berkembang secara bersamaan.
Bagi PLN, tantangannya bukan sekadar meningkatkan jumlah unit pengisian daya. Infrastruktur tersebut juga harus tersedia di lokasi yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan masyarakat.
Dengan 145 unit SPKLU di 116 lokasi, PLN UID Sumatera Utara telah memperluas jaringan pengisian daya hingga akhir Oktober 2026. Ke depan, perkembangan jumlah kendaraan listrik akan menjadi salah satu faktor penentu kebutuhan ekspansi berikutnya.
Keberhasilan pengembangan ekosistem ini pada akhirnya akan terlihat dari kemudahan masyarakat menemukan SPKLU, kecepatan layanan, serta keandalan fasilitas ketika kendaraan listrik digunakan untuk aktivitas harian maupun perjalanan antarkota.